Rabu, 23 Agustus 2017

Anies Baswedan: Kurikulum 2013 Prematur

Minggu, 23 November 2014 | 18:49 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan di halaman Istana Merdeka, Jakarta,26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan di halaman Istana Merdeka, Jakarta,26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Surabaya - Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan, Anies Baswedan, membeberkan beberapa persoalan yang menyebabkan Kurikulum 2013 menimbulkan kontroversi dalam pelaksanaannya. Menurut Anies, sejatinya Kurikulum 2013 dibuat pada awal tahun 2013 dan hanya diujicobakan pada 6.400 sekolah di Indonesia.

"Sekolah-sekolah itu kemudian diminta memberi masukan tentang kelebihan dan kekurangan Kurikulum 2013 tersebut," kata Anies di sela-sela acara Leader of Change Program 2014 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Ahad 23 November 2014. (Baca: Menteri Anies Sidak Penerapan Kurikulum 2013)

Akan tetapi, menurut Anis, belum juga sekolah-sekolah pilihan itu memberi masukan, Kurikulum 2013 langsung diterapkan pada 2014 di 218 ribu sekolah di Indonesia. "Yang menjadi masalah, sebuah kurikulum masih dalam proses dimatangkan tapi sudah dilaksanakan di seluruh sekolah," ujar Anies. "Kurikulum 2013 ini terlalu prematur dilaksanakan." (Baca: Buku Kurikulum 2013 Bakal Kembali Molor)

Akibatnya, Anies melanjutkan, dalam penerapannya kurikulum 2013 memiliki banyak masalah, diantaranya sejumlah guru yang mengeluhkan terlalu beratnya sistem penilaian untuk siswa-siswanya, sampai ketersediaan buku Kurikulum 2013 sebagai bahan untuk mengajar yang belum terdistribusi dengan baik. (Baca: Curhat Orang Tua Murid tentang Kurikulum 2013)

Dengan kondisi itu, Anies membentuk tim untuk mengevaluasi Kurikulum 2013. "Tim ini didalamnya terdiri dari guru, para pakar ilmu kurikulum dan segi manajemen pengajuan pelaksanannya," kata Anies seraya menolak menyebutkan nama-nama anggota dari tim evaluasi Kurikulum 2013. (Baca juga: Buku Telat Lagi, Ini yang Harus Dilakukan Guru)

EDWIN FAJERIAL

Topik terhangat:
BBM Naik | Ritual Seks Kemukus | Banjir Jakarta | Susi Pudjiastuti


Berita terpopuler lainnya:
Ahok 'Tebus Dosa' ke Ridwan Kamil Rp 125 Juta 
Jean Alter: Sri Wahyuni Saya Cekik Sampai Mati 
Kata Susi, Ini Kebodohan Indonesia di Sektor Laut 
Indonesia Juara MTQ Internasional di Mekah


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?