Minggu, 20 Agustus 2017

Buku Kurikulum 2013 Bakal Kembali Molor

Selasa, 11 November 2014 | 20:00 WIB
Seorang siswi menunjukan buku pelajaran baru kurikulum 2013 di SMA 68 Jakarta (15/07). Di mulai hari ini Kemendikbud menerapkan kurikulum baru 2013 saat seluruh siswa dan siswi masuk sekolah hari pertama. TEMPO/Dasril Roszandi

Seorang siswi menunjukan buku pelajaran baru kurikulum 2013 di SMA 68 Jakarta (15/07). Di mulai hari ini Kemendikbud menerapkan kurikulum baru 2013 saat seluruh siswa dan siswi masuk sekolah hari pertama. TEMPO/Dasril Roszandi.

TEMPO.CO, Gowa - Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gowa, Syamsuddin mengatakan, distribusi buku mata pelajaran Kurikulum 2013 untuk semester genap untuk semua jenjang pendidikan mendatang diprediksi bakal kembali molor. Penyebabnya, pencetakan buku mata pelajaran untuk semester genap tahun ini hingga sekarang belum juga dilakukan.

"Padahal semester ganjil sebentar lagi akan selesai," kata Syamsudin saat dihubungi Tempo di Gowa, Selasa 11 November 2014.

Menurut Syamsuddin, proses pencetakan buku belum dilakukan lantaran perusahaan pemenang tender masih keberatan dengan jumlah kontrak yang disepakati. Informasi dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemenang tender menilai biaya Rp 8.000 per buku sangat kecil. "Infonya percetakannya buang handuk," sebutnya. (Baca: Sekolah Perbatasan Telat Pakai Buku Kurikulum 2013)

Ia mengatakan, hal ini bisa saja menambah karut marut pelaksanaan Kurikulum 2013 yang baru saja diterapkan tahun ini. Pada pengadaan dan distribusi buku ajar semester pertama juga mengalami keterlambatan. "Bahkan masih banyak guru yang belum memegang buku pegangan untuk guru," jelasnya.

Syamsuddin pun berharap proses distribusi buku ajar semester dua tidak molor seperti yang diprediksikan. Karena hal itu dapat menghambat kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. "Kami bahkan sudah menyetorkan data jumlah buku yang dibutuhkan beserta anggarannya," ujarnya.

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bajeng, Abdul Rahim menyayangkan jika keterlambatan distribusi buku bakal kembali terjadi. Pasalnya, hal itu selama ini cukup banyak menghambat proses belajar di sekolahnya. "Untung kami mengimbau seluruh guru untuk kreatif mensiasati keterlambatan itu," katanya.

Untuk itu, ia berharap agar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat mempercepat proses pencetakan buku ajar semester II nanti. "Kalau pun terlambat, paling tidak ada CD yang dibagikan seperti di semester satu lalu," tukas Rahim. (Baca juga: Guru Indonesia Berjiwa Kolonial)

AWANG DARMAWAN


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?