Kamis, 17 Agustus 2017

Pidato Sambutan Muktamar, Muhaimin Sindir Khofifah  

Minggu, 31 Agustus 2014 | 15:02 WIB
Muhaimin Iskandar. ANTARA/Syaiful Arif

Muhaimin Iskandar. ANTARA/Syaiful Arif.

TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar melontarkan celetukan dan sindiran saat memberikan pidato sambutan dalam Muktamar PKB 2014 di Empire Palace, Surabaya, Ahad, 31 Agustus 2014. Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama yang juga mantan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjadi salah satu obyek sasaran Muhaimin.

"Gak oleh gubernur, oleh menteri kan lumayan. Nek gak lali (Enggak jadi gubernur, jadi menteri kan lumayan. Kalau tidak lupa)," kata Muhaimin ketika memperkenalkan Khofifah sebagai tamu yang hadir dalam Muktamar PKB. Khofifah yang duduk di kursi undangan pun tersenyum mendengar celetukan Muhaimin.

Pernyataan "kalau tidak lupa" tentu saja ditujukan kepada presiden terpilih Joko Widodo dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Seperti diketahui, Khofifah termasuk tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden 2014. Saat ini Jokowi-JK yang diusung oleh PDIP tengah menimbang nama-nama calon menteri. (Baca: PKB Belum Diajak Bicara Soal Jatah Menteri)

Cak Imin--sapaan akrab Muhaimin--juga menyebut nama Ketua Dewan Syuro PKB Jawa Tengah Munif Zuhri, yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Giri Kusumo, Banten. Menurut Cak Imin, tidak mungkin PKB bisa mengejar PDIP di Jawa Tengah. Pada 2019 mendatang, PKB menargetkan akan mengalahkan Partai Golongan Karya.

Pada Pemilu 2014, Cak Imin mengakui tingkat partisipasi memilih PKB meningkat tajam hingga 85 persen. Ini berbeda dengan Pemilu 2009, ketika tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PKB sangat rendah. Karena itu, Cak Imin meminta seluruh kader PKB agar mempertahankan momen hasil Pemilu 2014 guna menjaga kepercayaan masyarakat. (Baca: Muhaimin Disebut Tak Masuk Kabinet Jokowi)

Ia minta seluruh jajaran PKB harus bersatu padu dan bahu-membahu, serta tidak ada lagi sekat antara pendukung calon presiden nomor 1 atau nomor 2. Hal ini pula yang harus dijaga di parlemen dan pemerintahan Jokowi-JK. Bahkan ia juga mengusulkan agar nantinya pimpinan di DPR RI dibagi rata. "Saya khawatir bahu-membahunya PKB, kalau enggak dibagi, mending kita asal sidang saja," tuturnya.

Pernyataan itu kemudian ditanggapi Ketua DPP PDIP Puan Maharani, yang juga hadir dalam pembukaan muktamar ini. "Kalau pimpinan DPR RI dibagi rata, gimana kalau nanti 2019 suara rakyat dibagi rata saja. Enggak usah pemilu, enggak usah capek-capek," kata Puan dalam tanggapannya.

Puan pun mengajak seluruh partai politik dalam lima tahun ke depan tidak berlomba-lomba untuk menang pada 2019.

AGITA SUKMA LISTYANTI


Terpopuler:
Tak Kooperatif, Florence 'Ratu SPBU' Masuk Sel  
Akhirnya Daley Blind Ikut Van Gaal ke MU  
Muhaimin Disebut Tak Jadi Menteri Jokowi
Jokowi Sambangi Ponpes Hasyim Muzadi  
Cucakrawa, Burung Mahal yang Terus Diburu


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?