Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ini Hasil Pemeriksaan Eks Pacar Sisca Yofie

image-gnews
TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Bidang Propam Polda Jawa Barat Komisaris Besar Sudrajat membenarkan jajarannya telah memeriksa oknum polisi Komisaris Albertus terkait dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan Sisca Yofie. Pemeriksaan dilakukan sedikitnya dua kali di kantor Propam Polrestabes Bandung.

"Yang memeriksa Propam Polda. Saya ikut saat dia diperiksa pas malam (takbiran) Lebaran di Polrestabe," katanya  saat dihubungi Selasa petang 13 Agustus 2013. Ia membenarkan bahwa nama lengkap sang oknum terperiksa adalah Komisaris Polisi Albertus Eko Budi. Sudrajat memanggil Albertus dengan sebutan Kompol Eko.

"Dia sekarang dinas di Bidang Humas Polda Jawa Barat. Sebelumnya dia di Ditkrimsus(Direktorat Kriminal Khusus),"katanya. . Kepada Sudrajat, Albertus mengaku berhubungan khusus dengan Yofie selama 2010 hingga 2012.

Namun sejak putus pacaran, Albertus mengaku tak pernah bertemu dengan Yofie. Hanya memang, kata Sudrajat, Eko mengaku sempat melayat dan 'nyekar' ke pusara Tan Hay Kim di makam Pandu, tak lama setelah ibu kandung Yofie itu meninggal April lalu.

"Eko (Albertus) juga menemui kakaknya Sisca di rumah keluarga di Pagarsih. Tapi Sisca rupanya tidak suka (kedatangan Eko ke makam ibunya). Jadi seperti (tulisan caci-maki) yang ada di facebook Sisca itu juga sekalian konfirmasi ke dia. Dan dia (Albertus) tidak tahu kenapa Sisca marah,"kata Sudrajat.

Terkait tulisan Yofie di Facebook, Sudrajat membenarkan, Albertus pernah meminta polisi memeriksa ibu pacarnya itu. Hal itu terkait laporan kehilangan mobil yang dibuat Yofie atas permintaan Albertus di Polda Jawa Barat. Mobil tersebut menurut pengakuan Albertus adalah miliknya yang dipinjam-pakai oleh Yofie.

"Ibunya Sisca lalu diperiksa sebagai saksi yang menurut Kompol Eko (Albertus) itu memang untuk kepentingan pemeriksaan terkait laporan kehilangan. Tapi belakangan mobilnya sendiri berhasil ditemukan masih ada di Sisca (Yofie) sendiri,"tutur Sudrajat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Propam, ia melanjutkan, juga telah menelisik keberadaan dan alasan Albertus saat peristiwa pembunuhan Yofie terjadi Senin sekitar pukul 18.00 pada Senin 5 Agustus lalu. "Kepada kami dia mengaku bahwa saat kejadian (pembunuhan Yofie), dia sedang bersama istrinya di Hotel Majesty (The Majesty), di Bandung, dari sekitar jam 18.00 sampai esok harinya,"tutur Sudrajat.

Selama di hotel itu, Albertus juga mengaku tak pernah bepergian. "Untuk ini kami juga sudah mintai keterangan karyawan hotel yang bertugas malam itu, resepsioninya. Dia (Albertus) juga mengaku tak pernah mengontak dengan Sisca atau para pelaku."Kata Sudrajat.

Sudrajat juga menjelaskan, pemeriksa sudah mengecek dan memeriksa ulang pengakuan Albertus dengan memeriksa para saksi dan pelaku pembunuhan yakni Wawan dan Ade. Juga menelisik telefon genggam milik Albertus maupun milik Yofie yang berhasil ditemukan.

"Namun sejauh ini kami belum menemukan bukti keterkaitan Kompol Eko dengan kasus pembunuhan Sisca. Eko dan para pelaku juga tak saling kenal,"katanya.

ERICK P. HARDI

Topik Terhangat:
FPI Lamongan Bentrok
| Arus Balik Lebaran | Konvensi Partai Demokrat | Ahok vs Lulung | Sisca Yofie

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Tolak Pleidoi Altaf Pembunuh Mahasiswa UI, Jaksa Kutip Ayat Al-Qur'an dan Memberikan Tasbih

1 hari lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Tolak Pleidoi Altaf Pembunuh Mahasiswa UI, Jaksa Kutip Ayat Al-Qur'an dan Memberikan Tasbih

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Depok memberikan tasbih kepada Altafasalya Ardnika Basya (23 tahun), terdakwa pembunuhan mahasiswa UI.


Wali Kota Termuda di Ekuador Tewas Ditembak

3 hari lalu

Presiden Ekuador Daniel Noboa. REUTERS
Wali Kota Termuda di Ekuador Tewas Ditembak

Wali Kota Ekuador termuda Brigitte Garcia dan seorang staf ditemukan tewas tertembak dalam sebuah mobil. Geng pengedar narkoba diduga pelakunya,


Anak Anggota DPR yang Tewaskan Pacarnya di Surabaya Mulai Diadili

9 hari lalu

Tersangka Gregorius Ronald Tannurbersiap melakukan adegan rekonstruksi  di parkiran bawah tanah Lenmarc Mall, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 10 Oktober 2023. Ronald yang merupakan anak anggota DPR fraksi PKB Edward Tannur itu melakukan 41 adegan reka ulang dalam kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan korban bernama Dini Sera Afrianti tewas. ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Anak Anggota DPR yang Tewaskan Pacarnya di Surabaya Mulai Diadili

Anak anggota DPR Edward Tannur, Gregorius Ronald Tannur, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya


Amnesty International Soroti Respons Delegasi Indonesia Kerdilkan Fakta dan Kondisi HAM di Sidang PBB

9 hari lalu

Aktivis Amnesty International Indonesia membawa petisi tentang penghormatan dan perlindungan HAM di Media Center KPU, Jakarta, Rabu, 6 Desember 2023. Amnesty International mengusulkan tiga topik penting kasus hak asasi manusia (HAM) kepada Komisi Pemilihan Umum dan mendesak untuk dibawa dalam debat capres dan cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis
Amnesty International Soroti Respons Delegasi Indonesia Kerdilkan Fakta dan Kondisi HAM di Sidang PBB

Amnesty International Indonesia mencatat, dari Januari 2018-Mei 2023, tercatat sekitar 65 kasus pembunuhan di luar hukum dengan 106 korban.


Suciwati Mengaku Sudah Lelah dengan Janji Pengusutan Pembunuhan Munir, Komnas HAM dan Kejagung Saling Lempar

12 hari lalu

Suciwati, istri Munir Said Thalib, saat ditemui usai diperiksa di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat, 15 Maret 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
Suciwati Mengaku Sudah Lelah dengan Janji Pengusutan Pembunuhan Munir, Komnas HAM dan Kejagung Saling Lempar

Suciwati, istri dari Munir berharap pengungkapan kasus pembunuhan terhadap suaminya segera tuntas.


Fakta Baru Kasus Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Pelaku Kerap Mengaku Nabi, Anak Dianggap Dajjal

12 hari lalu

Polisi mengungkap motif wanita bernama Siti Nurul Fazila, 26 tahun, tega membunuh anaknya, AAMS, 5 tahun.
Fakta Baru Kasus Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Pelaku Kerap Mengaku Nabi, Anak Dianggap Dajjal

Berdasarkan keterangan suami, Siti si ibu bunuh anak berperilaku aneh 2 bulan terakhir, kerap mengaku nabi dan menganggap anaknya sebagai dajjal.


Diperiksa Komnas HAM soal Kematian Munir, Usman Hamid Berharap Dalang Pembunuhan Segera Diungkap

13 hari lalu

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti saat pembacaan 'Maklumat Trisakti Lawan Tirani' di Tugu Reformasi 12 Mei, Jakarta, Jumat, 9 Febuari 2024. Para civitas academica yang terdiri dari guru besar, pengajar, mahasiswa, karyawan dan alumni Universitas Trisakti yang memegang teguh nilai-nilai etik kebangsaan, demokrasi, dan hak asasi manusia, kekhawatiran atas matinya Reformasi dan lahirnya tirani sepakat mengeluarkan maklumat. TEMPO/Joseph.
Diperiksa Komnas HAM soal Kematian Munir, Usman Hamid Berharap Dalang Pembunuhan Segera Diungkap

Menurut Usman Hamid, hasil penyelidikan tim pencari fakta sudah lengkap sehingga ia berharap Komnas HAM segera mengumumkan dalang pembunuhan Munir.


Ini Isi Bisikan Gaib yang Didengar Siti Hingga Ia Membunuh Anaknya di Bekasi

13 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com
Ini Isi Bisikan Gaib yang Didengar Siti Hingga Ia Membunuh Anaknya di Bekasi

Berdasarkan keterangan suami, Siti mengaku sudah kerap mendengar bisikan gaib selama dua bulan terakhir. Berujung membunuh anaknya sendiri.


Ibu Bunuh Anak di Bekasi Punya Perilaku Melukai Diri Sendiri

13 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
Ibu Bunuh Anak di Bekasi Punya Perilaku Melukai Diri Sendiri

Siti Nurul Fazila, 26 tahun, ibu yang membunuh anaknya, AAMS, 5 tahun, sempat membenturkan kepalanya saat berada di dalam sel tahanan.


Psikolog Forensik Sebut Istilah Bunuh Diri Sekeluarga di Kasus Penjaringan tidak Tepat

16 hari lalu

Garis polisi terpasang di lokasi kejadian bunuh diri di Apartemen Teluk Intan Penjaringan Jakarta Utara pada Sabtu, 9 Maret 2024. ANTARA/Mario Sofia Nasution
Psikolog Forensik Sebut Istilah Bunuh Diri Sekeluarga di Kasus Penjaringan tidak Tepat

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri, menilai kasus satu keluarga lompat dari apartemen bisa disebut pembunuhan pada anak, bukan bunuh diri