Rabu, 23 Agustus 2017

Kampanye Hitam Calon Wali Kota Bandung di Twitter  

Sabtu, 22 Juni 2013 | 15:37 WIB
Surat suara Pilkada Walikota Bandung yang sudah tersortir dan dilipat di Bandung, Jawa Barat (9/6).  TEMPO/Prima Mulia

Surat suara Pilkada Walikota Bandung yang sudah tersortir dan dilipat di Bandung, Jawa Barat (9/6). TEMPO/Prima Mulia.

TEMPO.CO, Bandung - Menjelang hari pemilihan Wali Kota Bandung dan wakilnya pada Ahad besok, 23 Juni 2013, kampanye hitam ke sejumlah calon terpantau marak di media sosial Twitter.

Dari hasil pemantauan No Limit, sebuah perusahaan di Bandung yang memantau percakapan di media sosial, beberapa isu besar kampanye hitam itu terkait dugaan korupsi dana bantuan sosial, nepotisme, dan rezim lama.

 

 

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer No Limit, Aqsath Rasyid Naradhipa, mengatakan, isu-isu kampanye hitam yang menonjol itu ditujukan kepada pasangan Ayi Vivananda-Nani Suryani serta Edi Siswadi-Erwan Setiawan. "Pasangan Ridwan Kamil-Oded M. Danial lebih ke isu partai pengusungnya, yaitu PKS," ujarnya kepada Tempo, Sabtu, 22 Juni 2013.


Adapun lima pasangan calon lainnya relatif tidak terkena kampanye hitam. Salah satu penyebabnya, kata Aqsath, jumlah kicauan tentang mereka di Twitter terhitung sedikit. Pada periode pemantauan 12-18 Juni, misalnya, jumlah kicauan ke lima pasangan lainnya paling banyak hanya 400 tweet.

Dari pantauan No Limit, isu negatif itu ditanggapi beragam oleh pasangan calon. Ada pasangan calon yang tetap fokus pada kampanye, ada pula yang terus berusaha menaikkan popularitasnya.

ANWAR SISWADI

 


Grafis

Jalur Larangan Sepeda Motor di Sudirman dan Rasuna Said

Jalur Larangan Sepeda Motor di Sudirman dan Rasuna Said

Ini jalur alternatif menghadapi rencana Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas larangan sepeda motor di jalan Sudirman, Imam Bonjol, dan Rasuna Said.