Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ratusan Rumah di Lampung Masih Terendam Banjir

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Banjir. TEMPO/Tony Hartawan
Banjir. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Bandar Lampung - Banjir hingga saat ini masih merendam ratusan rumah milik warga di empat kabupaten di Provinsi Lampung. Daerah yang masih terkena banjir adalah Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulangbawang, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Lampung Timur.

"Air memang masih menggenangi rumah warga. Tim kami sudah disebar ke daerah bencana untuk membantu warga yang terkena musibah," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung, Budiharto, Minggu, 3 Februari 2013.

Dia mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan dinas kesehatan di kabupaten dan provinsi untuk mengatasi dampak dari bencana banjir itu. Bantuan, kata dia, yang sudah disalurkan berupa selimut, obat-obatan, serta upaya evakuasi bagi warga yang kini masih terjebak di area banjir. "Ada sejumlah titik ketinggian air masih membahayakan warga karena mencapai 1,5 meter, seperti Kabupaten Mesuji," katanya.

Menurut Budiharto, banjir di tiga daerah itu belum juga surut karena limpasan air yang melintasi permukiman warga. Di Kabupaten Mesuji, banjir yang menggenangi sekitar 300-an rumah warga dan ratusan hektare sawah disebabkan limpasan air Sungai Mesuji di Kecamatan Mesuji Timur.

"Sementara di Kabupaten Lampung Timur, yang masih merendam sekitar 23 desa dan Kabupaten Lampung Selatan, disebabkan limpasan air dari Sungai Way Sekampung," ujarnya.

Banjir di tiga daerah itu bisa teratasi jika tanggul yang jebol segera diperbaiki. Tentunya sambil berharap hujan berhenti turun. "Meski di daerah terkena banjir tidak turun hujan, kalau di daerah hulu turun hujan lebat, banjir akan terus berlangsung," katanya.

Budiharto menambahkan, banjir terparah terjadi di Kota Bandar Lampung, yang terjadi dua pekan lalu. Tiga orang tewas dan ribuan rumah milik warga rusak diterjang banjir.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Khusus di Kota Bandar Lampung, banjir terjadi akibat sistem pembangunan kota yang tidak memperhatikan lingkungan dan penumpukan sampah. Sistem drainase sangat buruk. Semestinya kota ini tidak terjadi banjir meski hujan turun sangat lebat karena berupa daerah perbukitan," katanya.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur, Erwin, mengaku, setiap turun hujan lebat, daerahnya selalu kebanjiran. Itu disebabkan karena Sungai Way Sekampung, yang membelah Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan, kerap meluap.

"Sungai tak lagi mampu menampung air karena sudah terjadi penyempitan di mana-mana. Tanggul yang dibangun beberapa waktu lalu juga banyak yang jebol," katanya.

Sedangkan di Kabupaten Mesuji, banjir yang merendam tiga kampung, yaitu Kampung Talang Gunung, Talang Batu, dan Tebing Kecamatan Mesuji Timur, belum ada tanda-tanda akan surut. Ketinggian air masih berkisar 0,2 hingga 1 meter. Banjir di tiga kampung itu membuat sebagian warga mengungsi dan sekolah diliburkan sejak lima hari lalu.

NUROCHMAN ARRAZIE

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan, Jokowi Kenang Banjir Manado 2014

19 Januari 2023

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis, 19 Januari 2022. Biro Setpres
Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan, Jokowi Kenang Banjir Manado 2014

Jokowi menyebut bendungan Kuwil Kawangkoan ini dibangun sejak 2016, atau dua tahun setelah banjir terjadi di Manado pada 15 Januari 2014.


Ini Analisa BMKG Soal Penyebab Banjir Manado

23 Januari 2021

Kondisi banjir di jalan depan Polda Sulawesi Utara dan Kantor PLN Wilayah Suluttenggo di Kota Manado, Jumat 22 Januari 2021. ANTARA/HO-BPBD Kota Manado
Ini Analisa BMKG Soal Penyebab Banjir Manado

BMKG memberikan analisa terkait hujan lebat yang menyebabkan bencana banjir Manado dan tanah longsor yang terjadi pada Kamis 21 Januari 2021.


Cara Belanda Mendesain Rumah di Kota Manado Tahun 1800-an: Eropa - Tropis

23 Januari 2021

Kondisi banjir di jalan depan Polda Sulawesi Utara dan Kantor PLN Wilayah Suluttenggo di Kota Manado, Jumat 22 Januari 2021. ANTARA/HO-BPBD Kota Manado
Cara Belanda Mendesain Rumah di Kota Manado Tahun 1800-an: Eropa - Tropis

Menilik sejarah bagaimana pemerintah Belanda mendesain ulang rumah di Kota Manado pasca-gempa tahun 1844.


BPBD: Banjir Manado Akibatkan 3 Orang Tewas dan Satu Hilang

23 Januari 2021

Kondisi banjir di jalan depan Polda Sulawesi Utara dan Kantor PLN Wilayah Suluttenggo di Kota Manado, Jumat 22 Januari 2021. ANTARA/HO-BPBD Kota Manado
BPBD: Banjir Manado Akibatkan 3 Orang Tewas dan Satu Hilang

BPBD Kota Manado menyatakan bahwa hingga pukul 22.00 WITA pada Jumat 22 Januari 2021 sebanyak delapan kecamatan terdampak banjir Manado


Banjir Merendam Sejumlah Kelurahan di Manado

22 Januari 2021

Sejumlah warga melihat ombak tinggi yang menerjang pesisir kawasan bisnis di Kota Manado, Sulawesi Utara, Ahad, 17 Januari 2021. Video saat terjadinya ombak tinggi sempat viral di media sosial pada sore hari ini. ANTARA/Adwit B Pramono
Banjir Merendam Sejumlah Kelurahan di Manado

Banjir merendam sejumlah kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat sore, 22 Januari 2021.


Status Bendung Katulampa Turun ke 4, Jakarta Dinyatakan Aman

9 Oktober 2019

Ketinggian air di papan mercu air Bendung Katulampa, sejak Rabu 7 Februari 2018 pagi hingga siang, hanya 60 sentimeter atau siaga 4.  Tempo/ M Sidik Permana
Status Bendung Katulampa Turun ke 4, Jakarta Dinyatakan Aman

Kepala UPT Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Provinsi DKI Jakarta, Iwan Ibrahim menyampaikan status Bendung Katulampa telah turun dari 3 ke 4.


Banjir Manado, Ribuan Pelanggan Listrik Alami Pemadaman

2 Februari 2019

Warga menunjukkan lokasi rumahnya yang tergenang air di Kelurahan Bailang, Manado, Sulawesi Utara, Jumat 1 Februari 2019. Hujan deras sejak Kamis (31/1/2019) sore menyebabkan banjir di sebagian besar wilayah kota Manado dengan ketinggian mencapai 2,5 meter. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Banjir Manado, Ribuan Pelanggan Listrik Alami Pemadaman

Sebanyak 3.284 pelanggan mengalami pemadaman listrik karena banjir dan longsor yang melanda Kota Manado, Sulawesi Selatan.


Pengungsi Manado Makan Mie, PNS Makan Nasi Padang  

27 Januari 2014

Warga membawa barang miliknya melintasi banjir ketika akan mengungsi ke tempat yang lebih aman di Wenang, Manado, Sulawesi Utara(15/1). Banjir yang datang pada hari Rabu menbuat ribuan warga mengungsi ANTARA/Fiqman Sunandar/ed/Spt/14.
Pengungsi Manado Makan Mie, PNS Makan Nasi Padang  

Sangat bertolak belakang dengan kondisi banyak warga di posko pengungsian yang hanya makan nasi dengan lauk mie instan.


Petambak Udang Subang Rugi Miliaran Akibat Banjir  

22 Januari 2014

Sejumlah warga melintasi banjir di kawasan Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Senin (20/1). TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Petambak Udang Subang Rugi Miliaran Akibat Banjir  

Udang para petambak di Kabupaten Subang ini merupakan udang


unggul yang didistribusikan ke hotel-hotel di Jakarta dan


Bandung.


Jawa Tengah Selatan Waspadai Banjir  

22 Januari 2014

Warga dibantu tim SAR mengevakuasi sejumlah barang berharga milik penduduk saat banjir melanda Kampung Sewu, Solo, Jateng, Rabu (22/2). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Jawa Tengah Selatan Waspadai Banjir  

PSDA Jateng mencatat wilayah Banyumas dan Cilacap yang kondisinya rawan, meliputi Kali Serayu, Kliwing, dan Ijotipar.