Hendro Adukan Tim Munir ke DPR

Senin, 30 Mei 2005 | 17:24 WIB
Hendro Adukan Tim Munir ke DPR
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono mengadu ke Tim Investigasi Kasus Munir DPR. Ia mempersoalkan kerja Tim Pencari Fakta Kematian Munir bentukan Presiden Yudhoyono.

"Kami beri masukan, kalau begini arahannya kerja tim pencari fakta tidak jelas," kata Hendropriyono kepada pers di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (30/5). Hendro mengaku datang atas inisiatifnya dan bukan undangan DPR.

Ia menilai, tim pencari fakta tidak efektif menyelesaikan kasus Munir. Ia menyatakan, tim justru hanya membuat opini umum. Dia meminta DPR agar membuat tim bisa bekerja lebih efektif dan efisien, sesuai dengan keputusan presiden yang mengatur pembentukannya.

Pengacara Hendro, Syamsu Djalal, di tempat sama menyatakan, yang dilakukan tim pencari fakta adalah upaya memolitisasi BIN. "Ini sungguuh membingungkan," kata mantan Komandan Pusat Polisi Militer itu.

Hal ini, tuturnya, dapat menimbulkan persepsi bahwa ada kelompok tertentu di belakang tim pencari fakta. "Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah Negara Kesatuan RI, dengan BIN jadi sasaran," tuturnya.

Hendro sebelumnya juga mengadukan dua anggota tim pencari fakta, yakni Rachlan Nasidik dan Usman Hamid, ke Markas Besar Polri. Mantan Pangdam Jaya itu menilai, pernyataan keduanya "menggiring opini yang menghubungkan dirinya dengan kematian Munir". Yuliawati

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan