Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

11 Provinsi Kehabisan Kuota Haji

image-gnews
Iklan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dari data yang diperoleh Departemen Agama sampai dengan pukul 11.00 WIB hari ini (19/3) terdapat 11 provinsi yang telah habis kuota hajinya, kebanyakan terdapat di Pulau Jawa. Demikian dikatakan Kepala Bagian Humas dan Perundang-Undangan Departemen Agama Arifin Nurdin, Jumat (19/3) di kantornya. Kuota yang habis, kata Arifin, berasal dari sistem haji melalui tabungan. Dari kuota haji 100 persen, 70 persen dialokasikan dalam sistem tabungan, sedangkan 30 persen lagi dengan sistem lunas. Namun sejak tahun 2004 kemarin, 100 persen jemaah haji menggunakan sistem tabungan. Adapun daerah-daerah yang kehabisan kuota adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Yogyakarta, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan Gorontalo.Secara total, yang sudah mendaftar melalui sistem tabungan sebanyak 166.282, termasuk yang tertunda kemarin sebesar 30 ribu. Dari kuota tambahan kemarin terdapat 2.138 yang mengundurkan diri, dan 2.751 yang jadi berangkat menggantikan calon jemaah haji yang membatalkan keberangkatannya tahun 2004 kemarin. Habisnya kuota itu diduga karena adanya dana talangan dari bank untuk para calon jemaah haji yang mendaftar. Dana yang harus disetor menurut Departemen Agama sebesar Rp 20 juta. Namun kenyataannya banyak sekali jemaah haji yang hanya menyetorkannya Rp 5-10 juta dan sisanya ditalangi bank tersebut. Depag sendiri mengatakan secara sistem itu sah. Tapi pihaknya masih meragukan kepastian keberangkatan mereka dengan uang yang sedikit itu. "Sebenarnya kita tidak menghendaki bank-bank yang menalangi, itu fiktiflah, berisiko tidak melunasi," kata Arifin. Berdasarkan pengalaman tahun 2004, lebih dari 10 persen calon jemaah haji yang mendaftar di bank tidak melunasi tepat pada waktunya sehingga mereka tidak jadi berangkat. "Ke depan kita akan evaluasi lagi sistem yang paling aman," katanya. Hal ini, menurutnya, disebabkan masyarakat masih menunggu waktu yang dekat untuk mendaftar ibadah haji. Kalau dulu, kata Arifin, kebiasaan masyarakat belum mau menabung sehingga kuota tidak pernah habis. "Sekarang saja baru datang para jemaah hajinya kuota sudah habis," ujarnya. Sehingga ia berpendapat masyarakat sudah mulai sadar terbatasnya kuota. Sementara itu, di biro-biro perjalanan haji kuota ONH plus masih tersedia. Seperti pada biro perjalanan haji Multazam Utama yang masih mempunyai 19 nomor kuota yang masih kosong. Namun, menurut Wiwin dari bagian pemasaran, sebelumnya banyak sekali jemaah haji yang mendaftar karena habisnya BPIH dengan sistem biasa. "Sekarang tinggal 19 dari 164 kuota yang diberikan Departemen Agama," katanya. Hal yang sama juga dikatakan Andri Gunawan dari Bilad Tour. Ia mengatakan masih banyak tempat untuk pendaftar ONH plus di bironya. Maria Ulfa - Tempo News Room
Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Idul Fitri 1445 H, Kapolri Singgung soal Toleransi

10 hari lalu

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Penglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai acara buka puasa bersama TNI-Polri di Jakarta, Selasa, 2 April 2024. ANTARA/Laily Rahmawaty
Idul Fitri 1445 H, Kapolri Singgung soal Toleransi

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengucapkan selamat Idul Fitri 1445 H. Ia menyinggung tentang toleransi.


Simak Perbedaan Metode Hilal dan Hisab Penentu 1 Syawal Hari Idul Fitri atau Lebaran 2024

11 hari lalu

Petugas Kantor Kemenag Kota Sabang melakukan pemantauan hilal di Tugu Kilometer Nol Indonesia, Kota Sabang, Aceh, Minggu, 10 Maret 2024. Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024 ANTARA/Khalis Surry
Simak Perbedaan Metode Hilal dan Hisab Penentu 1 Syawal Hari Idul Fitri atau Lebaran 2024

Menentukan 1 syawal Idul Fitri atau lebaran terdapat metode hisab dan rukyatul hilal. Apa perbedaan kedua sistem itu?


Sidang Isbat Menjelang Lebaran, Diadakan pada 9 April 2024 hingga Pemantauan Hilal di 120 Lokasi

12 hari lalu

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Minggu, 10 Maret 2024. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Sidang Isbat Menjelang Lebaran, Diadakan pada 9 April 2024 hingga Pemantauan Hilal di 120 Lokasi

Sidang isbat akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama


Jemaah Masjid Aolia Gunungkidul Sudah Rayakan Idul Fitri, Begini Asal Usul Jemaah Mbah Benu

13 hari lalu

Umat muslim jamaah Masjid Aolia bersiap untuk melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri di Giriharjo, Panggang, Gunung Kidul, D.I Yogyakarta, Jumat, 5 April 2024. Jamaah Masjid Aolia menetapkan jatuhnya 1 Syawal 1445 H pada Jumat (5/4/2024) didasari petunjuk dari pimpinan jamaah Masjid Aolia, KH Raden Ibnu Hajar Sholeh atau yang biasa dikenal dengan nama Mbah Benu. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Jemaah Masjid Aolia Gunungkidul Sudah Rayakan Idul Fitri, Begini Asal Usul Jemaah Mbah Benu

Jemaah Masjid Aolia di Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta telah merayakan Idul Fitri. Bagaimana asal usul jemaah asuhan Mbah Benu ini?


BPJPH Tegaskan Tidak akan Menunda Pelaksanaan Wajib Sertifikasi Halal

16 hari lalu

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham (tengah)/Tempo-Mitra Tarigan
BPJPH Tegaskan Tidak akan Menunda Pelaksanaan Wajib Sertifikasi Halal

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menolak permintaan Menteri Teten Masduki terkait penundaan wajib sertifikasi halal.


Juli 2024, Kemenag Wajibkan Calon Pengantin Ikut Bimbingan Perkawinan

21 hari lalu

Ilustrasi Pernikahan/Alissha Bride
Juli 2024, Kemenag Wajibkan Calon Pengantin Ikut Bimbingan Perkawinan

Kemenag mewajibkan calon pengantin ikut bimbingan perkawinan. Jika tidak, pengantin tak bisa mencetak buku nikah.


Kemenag Sebut Kuota Haji 2024 Terbesar Sepanjang Sejarah

26 hari lalu

Umat Islam melakukkan tawaf mengelilingi ka'bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Jumat, 7 Juli 2023. Masjidil Haram masih dipadati jamaah yang melaksanakan tawaf dan ibadah lainnya usai pelaksanaan puncak ibadah haji. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Kemenag Sebut Kuota Haji 2024 Terbesar Sepanjang Sejarah

Kemenag sebut kuota haji 2024 terbesar sepanjang sejarah. Berapa kuotanya?


Ditjen Bimas Hindu Bahas Peradilan Agama Hindu dengan PPTKHI

29 hari lalu

Ditjen Bimas Hindu Bahas Peradilan Agama Hindu dengan PPTKHI

Tercapai tiga rekomendasi yang disepakati 13 PTKH.


Ditjen Bimas Hindu Bahas Juknis Pelaksanaan Pendidikan Widyalaya

31 hari lalu

Ditjen Bimas Hindu Bahas Juknis Pelaksanaan Pendidikan Widyalaya

Ditjen Bimas Hindu berupaya menyelesaikan 13 regulasi turunan dari Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pendidikan Widyalaya.


Gus Miftah Vs Kemenag Soal Penggunaan Pengeras Suara, Bagaimana Awal Mulanya?

36 hari lalu

Sumber: PWNUJatim.or.id
Gus Miftah Vs Kemenag Soal Penggunaan Pengeras Suara, Bagaimana Awal Mulanya?

Perseteruan Gus Miftah dan Kemenag soal penggunaan pengeras suara selama Ramadan menarik perhatian publik. Bagaimana awal mulanya?