Polisi Belum Tandatangan MOU Pembagian Insentif dengan Pertamina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kapolri Jenderal Polisi Da’i Bachtiar menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pertamina untuk pemberian insentif bagi aparat kepolisian yang berhasil mengungkap kejahatan penimbunan dan penyelundupan BBM. “Kita belum menandatangani MOU 50 persen insentif itu,” kata dia usai mengikuti sidang kabinet di gedung utama Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (14/1). Da’i mengaku pihaknya telah menyita sebanyak 2.828 ton BBM yang ditimbun oleh pihak-pihak yang ingin mencari untung dari rencana kenaikan harga BBM. Polisi juga sudah menahan 103 tersangka pelaku penimbunan. “Semua akan diproses secara hukum, namun itu sifatnya masih sementara. Sedangkan pemusnahan (barang bukti-red) ditangguhkan dulu,” kata dia. Polri sendiri masih kesulitan menangani barang bukti tersebut.. Melihat dari jumlah BBM timbunan yang disita, Da’i menyatakan sudah sangat banyak. Dia berharap agar masyarakat tidak ada yang berani lagi menimbun BBM. “Sebab akan kita tindak secara tegas,” ujar dia sambil memasuki mobil dinasnya. Sebelumnya Pertamina menyatakan akan memberikan insentif bagi aparat kepolisian yang berhasil membongkar penimbunan dan penyelundupan BBM. Hal itu dimaksudkan agar kejahatan itu dapat dengan cepat diungkap. (Ebnu Yufriadi/Dede Ariwibowo – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Mengurus Pasien Covid-19 di Rumah

    Pasien positif Covid-19 yang hanya mempunyai gejala ringan dapat melakukan isolasi di rumah.