Polisi Bandung Tetapkan Satu Tersangka Kasus NII/NKA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung:Aparat penyidik Polwiltabes Bandung menetapkan Dede Yuliana, 29, selaku tersangka kasus Negara Islam Indonesia/Negara Karunia Allah (NII/NKA). Keputusan ini menyusul penggerebekan rumah di Sukamulya, Bandung, Sabtu malam lalu, yang diyakini sebagai markas kelompok tersebut. Dede dijerat pasal 160 KUHP tentang penghasutan. “Dede penanggungjawab rumah kontrakan pengikut NII tersebut,” ujar Kepala Satuan Reserse Polwiltabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Siswandi Adinegoro, Senin (14/1). Lantas, siapa yang dihasut? Sementara ini, polisi menetapkan sembilan orang sebagai saksi dan korban. Mereka ikut diangkut bersama Dede saat penggerebekan. Kesembilan orang itu belum diperbolehkan pulang untuk keperluan pemeriksaan. Penggerebekan rumah kontrakan anggota NII/NKA tersebut menyusul laporan orangtua yang kehilangan anaknya dan diyakini terlibat kegiatan kelompok tersebut. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Orangtua Korban (FKOTK) yang diketuai Krisna. Sebelum operasi, terlebih dulu FKOTK datang ke rumah tersebut dengan diantar aparat kelurahan, Rukun Tetangga dan Rukun Warga setempat. Mereka mencari Yessy, 19, yang telah lama hilang dan ternyata ditemukan di rumah tersebut. Selain berhasil menemukan Yessy, FKOTK juga menemukan berbagai dokumen kegiatan NII/NKA berupa sejumlah buku-buku ajaran Islam dan lembaran kertas berkop NII dan NKA. Mereka juga membawa Ema, 21, yang diduga membawa Yessy ke dalam kelompok itu. Oon Suhendar, tetangga rumah kontrakan, menyatakan para penghuni sangat eksklusif. Mereka tidak pernah bergul dengan tetangga sekitar. “Biasanya yang mereka rekrut untuk jadi anggota bukan warga sekitar, tetapi dari luar Bandung,” kata Oon. Iriyani, 22, istri Dede Yudiana, mengaku yang tinggal di rumah itu hanya dua orang. Tapi, pengakuan ini tidak cocok dengan temuan polisi yang mendapati sembilan orang yang bersembunyi di dua kamar. Padahal, Maman Suparman, pemilik rumah, hanya mengijinkan maksimal dua orang di setiap kamar. (Upiek Supriyatun - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.