Ismail Hasan Metareum Imbau Zainuddin Kembali ke PPP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (MP PPP) Ismail Hasan Metareum mengimbau penggagas PPP Reformasi KH Zainuddin MZ untuk menjaga keutuhan partai berlambang Ka’bah. “Sebaiknya kembalilah. Kembali bersama-sama, yang kurang dibicarakan, mana yang dirasa tidak cocok disesuaikan. Sehingga bukan keinginan sepihak tapi keinginan bersama,” pinta Buya Ismail, panggilan akrabnya, kepada Tempo News Room dan Media Indonesia di kediamannya kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (14/1). Buya yakin seluruh pengurus dan fungsionaris PPP dapat menyelesaikan konflik internalnya dengan damai. Sinyalnya telah terlihat. Sejumlah anak buah Ketua DPW DKI Jakarta Djafar Badjeber datang menemuinya mengusulkan solusi damai itu, yakni dengan tidak menanggapi sesuatu dengan cara sinis. Buya sendiri menanggapi positif usulan itu. Karena dapat mempertemukan semua pihak untuk membicarakan situasi di partai tanpa harus mengeluarkan kata-kata tajam. “Saya harap ini diusahakan,” kata dia dengan suara lirih sambil duduk di atas kursi rodanya. Menurut Buya, perseteruan di tubuh PPP tidak lepas dari keinginan yang didorong oleh semangat ingin cepat menjadi partai besar. Karena itu, ia berharap semua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik secara baik. “Tapi saya enggak enak mengatakan langkah kongkrit seperti apa yang baik. Nanti dikatakan terlalu subyektif,” kata dia. Penyelesiaan partai, lanjut dia, harus diselesaikan dengan semangat sendiri dan jangan terjadi perbedaan. Konflik yang terjadi sekarang, Buya menjelaskan, berbeda dengan pengalamannya ketika berseteru dengan kubu HJ Naro. Waktu itu, perseteruan lebih condong ingin menonjolkan diri masing-masing dengan bersikap keras. “Tapi sebenarnya yang sekarang ini tidak sikap keras yang ditonjolkan,” jelas dia. Buya mengatakan, ia mampu meredam konflik dengan Naro karena menanggapinya dengan sejuk. “Dibilang sejuk, beku dan sebagainya. Tapi Alhamdullilah dengan langkah yang saya ambil dulu itu akhirnya partai baik,” jelas dia. Langkah kongkritnya saat itu, tidak memanas-manasi pihak lain. Kendati dirinya pada saat itu “dikudeta”, tetap saja tak dihiraukannya. Cara itulah yang kemudian dipopulerkannya dalam partai. Sekaligus mengimbau pihak luar untuk tidak ikut campur dalam konflik yang rentan menambah masalah. Mengenai konflik di PPP sekarang, Buya menanggapi positif langkah ketua Ketua Umum PPP Hamzah Haz untuk menggelar rapat pimpinan. Langkah itu perlu dilakukan untuk memberikan kesempatan musyawarah sekali lagi. “Bicarakan itu. Pasti bisa, masih banyak waktu asal jangan tergesa-gesa dengan mempercepat proses segala macam,” kata dia berharap. Buya melihat, fenomena perpecahan di tubuh beberapa partai, sebagian besar akibat persoalan internal partai sendiri. Tidak ada kekuatan dari luar, tidak juga pemerintah yang berusaha mengintervensi. “Kan pemerintah itu mereka sendiri. Hanya saja, kesabaran yang penting untuk menyelesaikan masalah ini,” kata dia menutup pembicaraan. (Eduardus Karel Dewanto)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.