RI Berupaya Hapus Pekerjaan Berbahaya Bagi Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Djoko Sidik Purnomo mengungkapkan pihaknya akan berupaya menghapus beberapa jenis pekerjaan yang dinilai buruk bagi perkembangan pekerja anak. "Untuk tahap lima tahun ke depan, kami prioritaskan penghapusan enam pekerjaan terburuk bagi anak, karena enam isu itu dianggap isu penting untuk saat ini," ujarnya di Jakarta, Senin (14/1). Kepada Tempo News Room, Sidik memaparkan diantaranya penjualan dan pembuatan bahan peledak, pekerjaan di anjungan lepas pantai, pelacuran, pelibatan dalam peredaran narkoba, dan pekerjaan di pertambangan. Upaya itu kini tengah disusun menjadi Rencana Aksi Nasional (RAN) oleh komite Aksi Nasional (KAN). RAN terbagi dalam tiga tahap, yakni 5 tahun, 10 tahun dan 20 tahun, sebagai upaya penghapusan pekerjaan yang membahayakan bagi anak berusia lima belas tahun ke bawah. "Jauh ke depan, kami ingin menghapuskan semua pekerjaan bagi anak-anak, karena mereka kan harus sekolah," tambahnya. Kendati demikian, Sidik memperkenankan anak-anak untuk bekerja di sektor informal. Seperti menjadi pembantu rumah tangga (PRT). Asalkan, kata dia, anak-anak tersebut tidak menjadi korban penyiksaan. Alasannya, anak yang bekerja sebagai PRT justru mendapatkan kesempatan mendapatkan pendidikan dan gizi yang memadai dari majikannya. Hanya saja, tandas Sidik, pihaknya melarang para majikan untuk memperkerjakan terus menerus tanpa istirahat dan fasilitas yang memadai. Namun Sidik mengaku pemerintah tak dapat berbuat apa-apa, apabila terjadi pelanggaran majikan terhadap PRT anak-anak. Hal itu, lanjut dia, selain dikarenakan tidak optimalnya fungsi pengawasan, juga karena pelanggaran tersebut bersifat kasuistik. (Istiqomatul hayati)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Mengurus Pasien Covid-19 di Rumah

    Pasien positif Covid-19 yang hanya mempunyai gejala ringan dapat melakukan isolasi di rumah.