Sabtu, 17 November 2018

KA Lohgawe Anjlok, Jalur Selatan Macet 9 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kecelakaan Kereta Api (KA) kembali terjadi. KA kelas ekonomi Lohgawe jurusan Purwokerto-Jember, Sabtu (4/5) sekitar pukul 17.30 WIB, tegelincir dari rel KA di sekitar stasiun Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Meskipun tidak memakan korban jiwa, akibat peristiwa naas tersebut sepanjang jalur selatan mengalami kemacetan sekitar 9 jam. Kepala Bagian Lintasan PT Ketera Api Daerah Operasional (Daop) Madiun, Zulkarnain, dalam keterangannya kepada Tempo News Room mengatakan, kejadian tersebut kemungkinan besar disebabkan adanya kerusakan material pada lintasan. Menurut perkiraannya, ada satu kayu balok di lintasan tersebut yang keropos. Ketika dilalui kereta, kayu tersebut tidak kuat menahan beban. Akibatnya, posisi kereta menjadi sedikit renggang dan roda KA pun keluar dari rel. "Namun analisis ini masih bersifat dugaan. Kami akan melakukan penelitian lebih lanjut, karena peristiwa ini bisa menimbulkan kesan yang kurang baik di mata masyarakat pengguna kereta api," kata Zulkarnain, Minggu (5/5) Berdasarkan pantauan Tempo News Room di lokasi kejadian sepanjang Sabtu (4/5) malam hingga Minggu (5/5) dini hari, KA Lohgawe dengan nomor lokomotif 20153 tersebut berangkat dari Purwokerto menuju Jember pada Sabtu (4/5) siang. Ketika memasuki stasiun Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, KA yang terdiri dari delapan gerbong tersebut berhenti, karena berpapasan dengan KA Bangun Karta, jurusan Jombang-Jakarta. Setelah KA Bangun Karta lewat, KA Lohgawe dengan masinis Sunarno itu kembali berjalan. Ketika melaju 200 meter dari stasiun Sukomoro, KA Lohgawe bermaksud pindah lintasan dari rel pemberhentian menuju rel utama. Perindahan rel untuk gerbong bagian depan tidak menaglami masalah. Namun, ketika gerbong terakhir masuk ke rel utama, roda KA tergelincir dari rel. Karena gerbong bagian belakang anjlog, masinis Sunarno langsung menghentikan laju KA. Akibat peristiwa itu, tak pelak para penumpang menjadi panik. Begitu KA berhenti, mereka berhamburan keluar gerbong. Mereka menjerit-jerit, menduga telah terjadi tabrakan KA. Agar penumpang tidak telantar, ratusan penumpang oleh petugas stasiun Nganjuk dan stasiun Sukomoro, dipindah ke gerbong 1, 2 dan 3 untuk melanjutkan perjalanan menuju Jember. Sedangkan gerbong empat sampai delapan terpaksa ditinggalkan. Karena empat gerbong yang melintang di jalur utama tersebut, jalur selatan macet total. Seluruh KA dari arah barat berhenti di sejumlah stasiun. Diantaranya stasiun Madiun, Caruban dan Nganjuk. Sementara itu KA yang berasal dari arah timur berhenti di stasiun Jombang, Kertosono dan Baron. Untuk mengevakuasi lima gerbong yang tertinggal tersebut, Daerah Operasional (Daop) Madiun mengerahkan sedikitnya 50 orang petugas. Setelah melalui perjuangan berat sepanjang Sabtu malam, rangkaian gerbong tersebut baru bisa diseret dari jalur utama, Minggu (5/5) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. (Dwidjo U.Maksum)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.