Jumat, 14 Desember 2018

Kereta Api Tabrakan di Rantau Prapat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Medan:Kereta Api Penumpang Sri Bilah bertabrakan dengan kereta api barang di pintu lintasan keluar Stasiun Rantau Prapat, Sumatera Utara, Jumat 2/2. Peristiwa terjadi pada pukul 8.20 wib ketika kereta penumpang jurusan Rantau Prapat-Medan baru keluar atau sekitar 500 meter dari Stasiun Kereta Api Rantau Prapat, tiba-tiba datang dari arah berlawanan kereta api barang jurusan Kisaran-Rantau Prapat. Humas PT Kereta Api Sumatera Utara, Suhendro membenarkan telah terjadi kecelakaan kereta api. "Tapi detail permasalahnya belum bisa saya sebutkan, karena kami sedang dijalan menuju kesana," ucap Suhendro ketika dihubungi Tempo, Jumat sore 2/1. Suhendro mengatakan semua pejabat tinggi langsung meluncur ke lokasi ketika mendengar peristiwa kecelakaan terjadi. Jarak tempuh Medan menuju lokasi di Rantau Prapat normalnya ditempuh selama 6 jam dengan kereta api.Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, kereta Api barang dengan Lokomotif No BB 30334 dengan masinis Asmawan, 40 tahun, dan Kereta Api penumpang Sri Bilah dengan masinis M. Amin, 45 tahun. Dugaan awal, petugas lalai memindahkan jalur rel keluar masuk kereta api. Data awal korban adalah 9 orang luka berat dan 26 luka berat. Sementara itu Baktiar Sihite, Kepala Stasiun Kereta Api Medan mengatakan sampai saat ini belum ada gangguan keberangkatan dan kedatangan kereta yang berarti akibat kecelakaan di Stasiun Rantau.Saat ini pihaknya masih memberangkatkan kereta menuju rantau sesuai dengan jadwal. Sedangkan kereta api datang dari rantau belum bisa dipastikan ada gangguan karena sesuai jadwal tiba malam hari. "Jadi belum bisa dipastikan, kita lihat nanti kedatangannya," ucap Sihite. Setiap harinya Stasiun Kereta Api Medan menerima dan memberangkatkan kereta api jurusan Rantau Prapat atau sebaliknya sebanyak 4 kali sehari. Hambali batubara

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.