Seminggu Pasca-Pengepungan, Kantor YLBHI Mulai Berbenah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi gedung LBH Jakarta setelah dibuka kembali setelah penyerangan pada Senin dini hari (18/9), di Jakarta Pusat, 22 September 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    Kondisi gedung LBH Jakarta setelah dibuka kembali setelah penyerangan pada Senin dini hari (18/9), di Jakarta Pusat, 22 September 2017. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mulai berbenah pasca-peristiwa pengepungan sejumlah organisasi massa dalam acara Asik Asik Aksi, Ahad, 17 September 2017. Ketua LBH Jakarta Alghifari Aqsa mengatakan, pihaknya bakal mulai membersihkan kantor LBH pada Sabtu, 23 September 2017.

    Ia mengatakan pembersihan itu rencananya melibatkan Jaringan Advokasi Nasional Pembantu Rumah Tangga (Jala PRT). "Jala PRT mau membantu beres-beres ini semua," kata Alghifari di kantor LBH Jakarta, Jumat, 22 September 2017.

    Baca: Kontras Minta Polisi Usut Aktor di Balik Penyerangan YLBHI

    Ia menjelaskan kegiatan LBH Jakarta perlahan mulai berjalan meski masih terbatas. "Ada juga tes pengacara publik, ada beres-beres berkas, dan konsultasi lanjutan klien," ujarnya. Nantinya, LBH Jakarta menyerahkan ruang di lantai satu yang digunakan sebagai tempat pertunjukan Asik Asik Aksi kepada Jala PRT.

    Berdasarkan pantauan Tempo, ruang lantai satu Gedung YLBHI masih tampak berantakan. Kursi-kursi masih tertumpuk di sisi dinding dan menutupi pintu masuk yang menghadap ke arah Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Beberapa bagian pagar rusak.

    Begitu pula di bagian luar kantor YLBHI masih berantakan, sisa-sisa aksi yang berujung anarkis masih tampak. Orang-orang belum bisa leluasa keluar atau masuk ke kantor. Beberapa personel kepolisian pun masih berjaga di sisi Jalan Mendut. Mobil barracuda dan water canon pun masih berjaga.

    Simak pula: Selongsong Peluru dan Sandal Jepit di Rusuh YLBHI

    Pengepungan sejak Ahad hingga Senin dinihari diwarnai bentrokan antara massa yang menolak kegiatan YLBHI dan aparat kepolisian. Sebelumnya, polisi menangkap 34 orang yang terlibat dalam aksi pengepungan kantor LBH Jakarta. Mereka berunjuk rasa menolak acara yang diselenggarakan di sana karena menduga terkait dengan Partai Komunis Indonesia.

    Dari 34 orang, 12 di antaranya diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sedangkan 22 orang diperiksa di Polres Jakarta Pusat, tapi mereka kemudian dipulangkan. Kepolisian telah menetapkan tujuh tersangka atas kasus penyerangan terhadap kantor YLBHI tersebut.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.