Dugaan Suap Uber Indonesia ke Polisi, Polri Masih Mendalami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uber. REUTERS/Toby Melville

    Ilustrasi Uber. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Unit V Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Purnomo mengaku baru mendengar kasus suap yang dilakukan Uber Technologies Inc di lima negara, termasuk Uber Indonesia.

    "Sekilas saya baca (dugaan suap Uber Indonesia) di media sosial. Namun apa itu dan kedalamannya seperti apa, kita belum tahu, ya," ujarnya dalam acara "Dagang ala Lapak Saracen" pada Rabu, 20 September 2017.

    Baca juga: Diduga Lakukan Penyuapan, Uber Diselidiki di AS

    Purnomo akan mencari dan mendalami informasi dugaan suap tersebut. Dia pun belum melakukan komunikasi dengan kepolisian Amerika Serikat.

    Selain itu, belum ada konfirmasi dari pihak Uber. Karena itu, polisi belum bisa menentukan langkah apa yang akan dijalani. "Kalau informasinya belum matang, belum dalam, belum lengkap, kita tidak bisa mengambil kesimpulan apa-apa," ucapnya.

    Menurut pemberitaan media asing, Uber sedang menghadapi penyelidikan federal di negara asalnya, Amerika, karena diduga melakukan suap. Salah satunya ditengarai dilakukan di Indonesia.

    Uber mulai meninjau operasionalnya di Asia dan memberi tahu pejabat Amerika tentang suap yang diduga dilakukan stafnya di Indonesia. Menurut Reuters yang mengutip Bloomberg, seorang pegawai Uber di Jakarta menyuap polisi agar diizinkan berkantor di lokasi nonbisnis. Reuters menyebutkan suap itu terjadi beberapa kali dalam jumlah kecil pada tahun lalu.

    Lead Manager Marketing Uber Indonesia Gia Adhika enggan berkomentar terkait dengan dugaan suap yang dilakukan perusahaannya.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.