Minggu, 25 Februari 2018

Jokowi Saksikan Apel Setia Ma'arif NU kepada NKRI  

Oleh :

Tempo.co

Senin, 18 September 2017 12:18 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi Saksikan Apel Setia Ma'arif NU kepada NKRI  

    Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Retno Marsudi menyaksikan pemberangkatan bantuan kemanusiaan untuk Rohingya, di Base Ops TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 13 September 2017. Bantuan kemanusiaan ini ditujukan untuk para pengungsi di perbatasan Myanmar dan Bangladesh. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka acara Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma'arif Nahdlatul Ulama Nasional (Perwimanas) II di Lapangan Tembak Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Senin pagi tadi, 18 September 2017. Kegiatan ini mengawali agenda kunjungan hari ke-3 Presiden di Magelang.

    Kegiatan yang mengambil tema “Ahlussunnah wal jama’ah Nahdliyah: Kokohkan Karakter Generasi Bangsa” itu diikuti 17 ribu peserta didik.

    “Dalam kegiatan yang akan dihadiri 17 ribu peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia itu, Presiden juga akan menyaksikan Apel Ma’arif NU setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Humas Sekretaris Kabinet lewat laman resminya.

    Baca juga: Jokowi: Kita Peduli terhadap Nasib Umat Islam di Negara Lain

    Jokowi sampai di lokasi upacara pembukaan Perwimanas II sekitar pukul 08.20. Presiden didampingi beberapa menteri.

    Dalam acara itu, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Jokowi dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di Magelang, Jawa Tengah, hingga hari ini. Presiden akan kembali ke Jakarta nanti malam. Namun sebelumnya Presiden akan menutup Festival Keraton di Cirebon, Jawa Barat. Rombongan Presiden akan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat CN-295 TNI AU.

    MARIA NOOR CHASANAH


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.