Cerita Melanie Subono di Tengah Pengepungan Gedung LBH Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melanie Subono turut tampil di acara ASIKASIKAKSI di gedung YLBHI, Jakarta, 17 September 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    Melanie Subono turut tampil di acara ASIKASIKAKSI di gedung YLBHI, Jakarta, 17 September 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Melanie Subono terlihat santai. Wajahnya tak menampakkan ketegangan saat kondisi di luar gedung LBH Jakarta mulai dikepung massa. Melanie merupakan salah satu seniman yang mengisi acara Asik Asik Aksi di gedung LBH Jakarta pada Ahad, 17 September 2017.

    "Gue sudah sering berada di situasi-situasi ajaib. Kalau ada apa pun yang terjadi, buruk-buruknya terjadi, gue di sisi yang benar. Apalagi gunanya kita hidup," ujar Melanie.

    Padahal saat itu massa di luar mulai berkerumun. Mereka berteriak-teriak agar acara di dalam gedung itu dibubarkan. Massa menuding acara tersebut berisi dukungan untuk kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

    Baca juga: Begini Kronologi Pelarangan Seminar Sejarah 1965 di LBH Jakarta

    Melanie menyanyikan beberapa lagu, salah satunya lagu kebangsaan Indonesia Raya, dalam acara tersebut. Melihat gedung LBH Jakarta dikepung, Melanie berujar, "Ini kemunduran demokrasi. Beraninya bareng-bareng." Dia kemudian memandang kerumunan massa dari lantai 4 gedung LBH Jakarta.

    Melanie dan puluhan orang lain malam itu terperangkap dalam gedung berlantai 4 tersebut. Gerbang gedung LBH Jakarta sudah dikunci untuk mengantisipasi massa yang kian beringas.

    Di saat situasi yang tegang itu, Melanie masih sempat berkelakar. "Gue pingin pipis, pingin pulang. Rokok gue udah habis. Pingin bilang pak polisi minta beliin dari atas."

    MARIA FRANSISCA | JH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.