Film G 30 S PKI Wajib Ditonton Jajaran TNI dan Keluarga Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arifin C Noor (kedua dari kiri) saat syuting film G30S/PKI di Jakarta, 1984. Dok. TEMPO/Maman Samanhudi

    Arifin C Noor (kedua dari kiri) saat syuting film G30S/PKI di Jakarta, 1984. Dok. TEMPO/Maman Samanhudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (PUSPEN TNI) Brigadir Jenderal Wuryanto mengatakan film Pengkhianatan G 30S PKI akan diputar di satuan-satuan TNI. Pemutaran film ini terbuka untuk masyarakat yang ingin ikut menonton. "Banyak sekali masyarakat yang minta," ujar Wuryanto saat dihubungi Tempo, Senin, 18 September 2017.

    Masyarakat bahkan dipersilakan mendapatkan cakram padat berisi film asli yang disutradarai Arifin C. Noor itu dari kesatuan-kesatuan TNI. “Satuan-satuan TNI sudah menyiapkannya,” kata dia.

    Baca:
    TNI Ajak Tonton Film G 30S PKI, PBNU: Tak Cocok ...
    Film G 30 S PKI Diputar Lagi, Aktivis Pertanyakan Tujuan ...

    TNI menggelar pemutaran kembali film Pengkhianatan G 30S PKI. TNI AD menginstruksikan seluruh prajurit TNI menonton film itu. Baik prajurit TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AD). TNI juga mengajak masyarakat bersama-sama menonton film itu. "Termasuk keluarga besar TNI." Namun, kata Wuryanto, TNI belum menentukan lokasi pemutarannya.

    Target pemutaran film ini adalah prajurit muda TNI. Menurut dia, generasi muda TNI seperti masyarakat harus mengetahui sejarah bangsa. Anak-anak yang waktu itu masih di taman kanak-kanak, saat ini sudah kuliah, yang SMP dulu sekarang menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi, sama sekali tidak dibekali dengan nilai-nilai Pancasila yang sesungguhnya. “Tidak tahu sejarah kebangsaan yang sesungguhnya."

    Keinginan TNI untuk memutar kembali film ini, kata Wuryanto, disambut baik oleh elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, alim ulama, serta tokoh agama . Menurut dia kesempatan ini baik untuk melihat sejarah, mumpung pelaku sejarah masih hidup dan bisa menceritakan situasi pada tahun 1965. "Kesempatan inilah untuk mereka berbicara."

    Baca juga:
    Usman Hamid: Polisi Tidak Menemukan Atribut PKI di ...
    KPK : Ada Pola Fee 10 Persen dalam Korupsi Proyek Pemerintah

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai film Pengkhianatan G 30S PKI  tidak cocok untuk situasi saat ini yang terbuka. Ketua Bidang Kebudayaan dan Hubungan antar-Umat Beragama PBNU Imam Aziz mengatakan film itu mungkin hanya efektif pada zaman Orde Baru yang serba tertutup.

    "Kalau diputar sekarang, mungkin banyak yang akan tertawa terbahak-bahak." Imam menyampaikannya melalui pesan teks kepada Tempo, Ahad, 17 September 2017 sehubungan dengan rencana TNI Angkatan Darat untuk memobilisasi masyarakat menonton kembali film Pengkhianatan G 30S PKI.

    SYAFIUL HADI | AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.