Sekjen Golkar: Ada Kemungkinan Setya Novanto Dioperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menjawab pertanyaan wartawan saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 11 September 2017. Kedatangan Idrus tersebut untuk mengantarkan surat keterangan sakit Ketua DPR RI Setya Novanto yang tak memenuhi panggilan KPK guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus pengadaan E-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menjawab pertanyaan wartawan saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, 11 September 2017. Kedatangan Idrus tersebut untuk mengantarkan surat keterangan sakit Ketua DPR RI Setya Novanto yang tak memenuhi panggilan KPK guna menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus pengadaan E-KTP. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, mengatakan tim dokter yang menangani Setya Novanto akan menggelar rapat malam ini. Rapat itu untuk menentukan tindakan medis terhadap Ketua DPR tersebut. Idrus mengatakan ada kemungkinan Novanto dioperasi.

    "Kemungkinan (ada operasi), tadi dokter memperkirakan pasti ada tindakan. Rapatnya nanti malam," kata Idrus saat ditemui di lobby Rumah Sakit MRCCC Siloam, Semanggi, Jakarta, Sabtu, 16 September 2017.

    Baca: Mantan Sekjen Kemendagri Akui Bertemu Setya Novanto Bahas e-KTP

    Idrus mengatakan, ia tak bertanya lebih lanjut kepada dokter mengenai tindakan apa saja yang akan dilakukan terhadap Setya Novanto. Kata dia, Ketua Umum Partai Golkar itu masih dalam pemeriksaan intensif terkait penyakit vertigo, ginjal, dan jantung yang dideritanya.

    "Sore hingga malam ini tim dokter akan melakukan rapat untuk mengevaluasi. Keputusannya saya kira malam ini," kata Idrus.

    Idrus mengatakan kondisi Novanto belum membaik, belum bisa membalikkan badan ke arah kanan. "Karena vertigo dan plak-plaknya sebelah kanan," tuturnya.

    Baca juga: Alasan Fadli Zon Meneken Warkat DPR Soal Setya Novanto ke KPK

    Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menjenguk Setya Novanto bersama Idrus. Namun ia tak banyak berkomentar saat ditanya soal kondisi Novanto.

    "Masih diinfus terus. Tadi Idrus sudah dapat brief dari dokter. Idrus yang tahu lah itu. Hari Senin kalau enggak salah baru rapat semuanya. Apa yang mesti dilakukan masih tunggu hasil," kata Cicip.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.