Coldplay Harus Manggung di Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Coldplay Harus Manggung di Indonesia

    Coldplay Harus Manggung di Indonesia

    INFO NASIONAL -Gelegar grup musik Coldplay begitu mendunia. Grup musik rock alternatif yang dibentuk di London, Inggris Raya, pada tahun 1996 ini  terdiri dari Chris Martin sebagai vokalis utama, Jonny Buckland sebagai gitaris utama, Guy Berryman sebagai bassis, dan Will Champion sebagai drummer.

    Ribuan Fans Coldplay di Tanah Air sejak dulu sudah berharap, grup ini bisa manggung di Indonesia untuk mendengarkan Hyme for the weekend, up & up dan masih banyak lagi single hits mereka. Namun, fans  Coldplay tak jua datang ke Indonesia. Sementara jadwal tur ke negara-negara Asia, Cold Play hanya bertandang ke Taiwan, Filipina, Jepang, Korea Selatan dan tetangga dekat kita Singapura.

    Ada beberapa alasan yang diberikan oleh pihak manajemen  band tersebut, dimana pihaknya harus menghitung ulang lagi kalau ingin tampil di Indonesia. Menyadari fans nya yang ratusan ribu, maka pihak manajemen meminta harus ada venue yang memiliki  kapasitas besar yang ada di Indonesia. Venue yang memadai dan bisa mengakomodasi penonton seperti itu seperti Gelora Bung Karno (GBK)  yang bisa menampung sampai 100 ribu orang. Tapi dalam kenyataannya stadion megah ini terkadang tidak memberikan izin untuk suatu pertunjukkan musik. Ini bisa dimaklumi karena arena itu memang diutamakan untuk kegiatan olahraga. Hal lain adalah masalah  infrastruktur, keamanan dan akses juga  menjadi perhatian pihak manajemen band.

    Kondisi inilah yang bakal disiapkan oleh  Lippo Group yang tengah membangun kota baru Meikarta, Cikarang Jawa Barat.  Di sana  akan bangun stadion yang besar danInternational Exhibition and Convention Center dengan kapasitas 200 ribu orang.  Bila dibandingkan dengan Jakarta Convention Center yang hanya memiliki kapasitas 15 ribu orang, stadion ini sangat besar, bahkan lebih besar kapasitasnya dari pada Stadion GBK yang menampung 100 ribu orang.  

    Dengan adanya tempat yang luas disertai dukungan fasilitas memadai, pasti daerah tersebut akan menjadi daya tarik para promotor musik dunia. Lalu infrastruktur lainnya adalah bakal dibangunnya beberapa hotel bintang lima. Pihak Lippo akan mengundang pengembang hotel bintang lima, seperti The Ritz Carlton, ST Regis, Hyatt untuk membangun hotel  di Meikarta. Ini bukan hanya angan-angan karena pihak Lippo sudah melakukan tanda tangan dengan Langham, yang sudah pengalaman bangun hotel-hotel mewah di London dan negara lainnya

    Untuk masalah akses, dengan adanya proyek infrastruktur  pemerintah, Bandara Internasional Kertajati yang akan segera selesai pada tahun 2018, dimana bandara internasional ini menjadi akses yang mudah untuk datang ke Meikarta. Karena orang bisa langsung melakukan penerbangan ke berbagai daerah di dalam negeri maupun luar negeri, tanpa harus ke Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.  

    Proyek  berikutnya yang disiapkan pemerintah adalah kereta cepat Jakarta-Bandung. Posisi Meikarta yang berada di antara Jakarta dan Bandung  menjadi begitu strategis, karena orang yang tinggal di Meikarta hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai  Bandung atau ke Jakarta. 

    Pemerintah juga tengah mengembangkan jalan tol layang (elevated toll road) Jakarta-Cikampek.  Untuk  mengatasi kemacetan yang terjadi di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek.

    Ini semua akan membuat mudah bagi grup band dan artis mancanegara untuk datang dan manggung di sana, serta yang lebih penting lagi fans bisa datang dari berbagai daerah akan sangat mudah mengakses Meikarta.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.