Sidang e-KTP, Saksi: Andi Narogong Mengeluh Dimintai Uang Irman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni. TEMPO/Eko Siswono

    Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni. TEMPO/Eko Siswono

    TEMPO.CO, Jakarta  - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni mengatakan dia pernah bertemu dengan pengusaha Andi Narogong di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    "Pernah," ujar Diah dalam persidangan kasus e-KTP dengan terdakwa Andi Narogong di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Jumat, 15 September 2017.

    Baca: Andi Narogong Serahkan Langsung Uang Proyek E-KTP

    Diah menuturkan kala itu terdakwa mengeluhkan bahwa Irman meminta uang terus. "Irman minta uang terus untuk Pak Menteri (Gamawan Fauzi)," ujar Diah menirukan ucapan Andi Naragong. Irman adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

    Namun, terkait apa dan kapan Irman meminta uang, Diah mengaku tidak tahu. Ketidaktahuan Dyah itu diungkapkan saat  ditanya oleh salah seorang jaksa penuntut umum. Diah hanya mengiyakan bahwa Andi pernah curhat kepada dia.

    Simak: Istri Andi Narogong Beberkan Belasan Aset Suami, Atas Nama Siapa?

    Saat dikonfirmasi wartawan usai sidang, Diah tidak bersedia berkomentar.  "Saya lelah," ujarnya sambil masuk ke dalam mobil.

    Dalam kasus e-KTP, Diah masih berstatus saksi. Sebelumnya, Diah juga telah memberikan kesaksian dalam sidang dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. Keduanya telah dijatuhi vonis penjara 7 tahun dan 5 tahun penjara. Tersangka lain dalam kasus korupsi e-KTP adalah Setya Novanto dan anggota DPR Markus Nari.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.