Korban Obat PCC di Kendari Diperkirakan 100 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polda Sultra bersama BNN Provinsi merilis hasil tangkapan ribuan pil Tramadol dan PCC yang diduga digunakan puluhan pelajar di Kota Kendari hingga menyebabkan mereka kehilangan kesadaran. Rilis dilakukan pada Kamis 14 September 2017 di aula media center Polda Sultra. ROSNIAWANTY FIKRI/ TEMPO

    Polda Sultra bersama BNN Provinsi merilis hasil tangkapan ribuan pil Tramadol dan PCC yang diduga digunakan puluhan pelajar di Kota Kendari hingga menyebabkan mereka kehilangan kesadaran. Rilis dilakukan pada Kamis 14 September 2017 di aula media center Polda Sultra. ROSNIAWANTY FIKRI/ TEMPO

    TEMPO.COKendari - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Asrum Tombili mengatakan saat ini jumlah korban penyalahgunaan obat PCC (paracetamol caffeine carisoprodol) mencapai 76 orang. Namun jumlah korban diperkirakan lebih dari 100 orang karena ditengarai ada korban yang tidak melapor.

    "Kami data semua, baik itu yang rawat jalan, rawat inap, rujukan, yang datang ke RS terus dipulangkan, maupun yang masuk lewat IGD dan UGD. Itu data kami gabungkan semua," kata Asrum saat konferensi pers Badan POM ihwal obat PCC bersama dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, BPOM RI, BNN Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat, 15 September 2017.

    Baca juga: Sebagai Obat Kuat, Ini Penjelasan BPOM Soal Kandungan PCC

    Menurut Asrum, data 76 orang korban obat PCC dihimpun dari semua rumah sakit di Kota Kendari. Korban terbanyak berada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari sebanyak 57 orang. Korban lain tersebar di Rumah Sakit Kota Kendari, Rumah Sakit Dr Ismoyo, Rumah Sakit Aliya, RSUP Bahteramas Kendari, dan sejumlah puskesmas.

    Asrum memprediksi masih ada warga yang belum melaporkan kasus yang sama ke RS, BNN, ataupun pihak kepolisian. Sebab, mereka khawatir dicap sebagai pengguna atau penjual. Padahal mereka adalah korban.

    Asrum menegaskan, untuk saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Tenggara, Saleh Lasata, perihal kasus obat PCC. Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara agar melakukan pengawasan secara berkala di masing-masing daerah.

    Pada Rabu lalu, sekitar 30 pelajar di Kota Kendari dirawat di rumah sakit setelah mengkonsumsi obat PCC. Satu di antaranya meninggal. Korban diketahui merupakan murid sekolah dasar (SD).

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.