Kunjungi Partai, KPK: Bukan Safari Politik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi pencegahan KPK Pahala Naigolan membuka seminar literasi antikorupsi di Gedung KPK, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    Deputi pencegahan KPK Pahala Naigolan membuka seminar literasi antikorupsi di Gedung KPK, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan kunjungan ke sejumlah partai politik bukan agenda safari politik. Safari ini disebut KPK sebagai upaya membuat parpol lebih “sehat” dan berintegritas.

    "Ini hanya tawaran kerja sama untuk memperbaiki partai," kata Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dalam pertemuan bersama dengan pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat, 15 September 2017.

    Baca: KPK Bicara Bangun Sistem Integritas Partai di Kantor Nasdem

    Pahala menyatakan safari parpol ini tak ada kaitannya dengan Panitia Khusus Hak Angket KPK yang tengah berjalan di DPR. Berkaitan dengan pansus ini, kinerja KPK kerap dikritik tajam. Bahkan mulai muncul rekomendasi-rekomendasi pansus yang bisa mengurangi kewenangan KPK.

    Menurut Pahala, tujuan utama safari ini untuk mengajak partai membangun sistem integritas partai. Mengingat peran parpol juga besar dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. "Indeks persepsi korupsi juga bergantung pada kualitas dari partai politik yang ada," ujarnya.

    Baca: KPK Ingatkan Demokrat: 32 Pesakitan itu Aktor Politik

    KPK pun menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam kunjungan ke semua parpol. Peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik LIPI, Syamsuddin Harris, menjelaskan, LIPI dan KPK telah membuat sejumlah rekomendasi untuk penguatan integritas partai politik di Indonesia.

    Adapun empat rekomendasi dari KPK dan LIPI tersebut adalah penegakan standar etik, sistem kaderisasi yang inklusif dan terukur, sistem rekrutmen yang transparan dan akuntabel, serta sistem tata kelola keuangan yang baik. "Sebab, partai politik yang sehat pasti akan menghasilkan demokrasi yang baik," kata Pahala.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.