OTT di Banjarmasin, KPK: Dugaan Suap Terkait Pembahasan Peraturan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo saat memberikan sambutan pada acara Anti-Corruption Summit 2016 di kampus UGM Yogyakarta. TEMPO/Handwahyu

    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo saat memberikan sambutan pada acara Anti-Corruption Summit 2016 di kampus UGM Yogyakarta. TEMPO/Handwahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan operasi dilakukan di Banjarmasin pada Kamis, 14 September 2017. "Kami konfirmasi, benar tim KPK telah melakukan OTT di Banjarmasin kemarin menjelang malam," ucap Agus melalui pesan singkat, Jumat, 15 September 2017.

    Agus menuturkan OTT dilakukan karena ada dugaan adanya transaksi terkait dengan proses pembahasan peraturan daerah setempat. Dalam operasi itu, tim mengamankan sejumlah uang.

    Baca: KPK Menangkap Tangan Anggota DPRD dan BUMD Banjarmasin

    Selain itu, tim KPK membekuk lima orang dari unsur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarmasin, badan usaha milik daerah, dan swasta. Saat ini, lima orang itu telah dibawa ke Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

    "Mereka akan segera dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk tahapan lebih lanjut," kata Agus. Dalam waktu maksimal 24 jam, KPK bakal menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

    Sehari sebelum OTT di Banjarmasin, KPK melakukan OTT di Batu Bara, Sumatera Utara. Dalam operasi itu, KPK menangkap Bupati Batu Bara O.K. Arya Zulkarnaen. Arya diduga menerima suap terkait dengan proyek-proyek di Sumatera Utara.

    MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.