Eggi Sudjana: Saya Raja Demo Enggak Perlu Pakai Saracen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua tim advokasi pembela ulama dan aktivis, Eggi Sudjana, berkomentar tentang penetapan status pimpinan FPI, Rizieq Syihab, sebagai tersangka di kediaman Rizieq, Jalan Petamburan, Jakarta Pusat, 29 Mei 2017. TEMPO/Friski Rian

    Ketua tim advokasi pembela ulama dan aktivis, Eggi Sudjana, berkomentar tentang penetapan status pimpinan FPI, Rizieq Syihab, sebagai tersangka di kediaman Rizieq, Jalan Petamburan, Jakarta Pusat, 29 Mei 2017. TEMPO/Friski Rian

    TEMPO.CO, JakartaEggi Sudjana menyatakan dirinya adalah seorang demonstran yang suka berterus-terang. Karena itu, kata dia, perlawanan yang dilakukannya bukan model Saracen.

    "Saya ini demonstran, bahkan saya dijuluki raja demo tahun 1980-an. saya enggak perlu pakai model Saracen-Saracen. Saya lawan terang-terangan," kata Eggi Sudjana saat ditemui di kantor firma hukumnya di Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Kamis, 14 September 2017.

    Baca juga: Disangka Danai Saracen, Asma Dewi Berencana Ajukan Praperadilan

    Pihak kepolisian menyatakan Saracen diduga adalah kelompok sindikat dalam bisnis hoax dan ujaran kebencian. Dalam susunan kelompok tersebut, ada nama Eggi Sudjana yang masuk dalam dewan penasihat. Polisi telah menetapkan Jasriadi, pimpinan kelompok tersebut, tersangka.

    Eggi mengatakan, hampir semua Presiden dilawannya, kecuali BJ Habibie karena dianggap konsen pada Islam. Sebagai orang yang suka berterus-terang, dia tidak suka sembunyi-sembunyi. "Enggak pakai nyumput-nyumput, kata orang Sunda. Enggak," kata Eggi.

    Baca juga: Pengacara Bantah Ada Aliran Dana Rp 75 Juta dari Asma ke Saracen

    Tudingan bahwa dirinya terkait Saracen, kata Eggi, adalah fitnah. Anehnya, dirinya merasa terus dikejar-kejar, bahkan hendak diperiksa kepolisian. Di sisi lain, sebagai korban fitnah, Eggi telah melaporkan dugaan ujaran kebencian yang dialamatkan padanya ke Bareskrim Mabes Polri.

    Namun hingga kini, kata Eggi, laporan itu diabaikan.
    Eggi menyatakan keheranannya pada perlakuan diskriminatif aparat kepolisian. Terhadap orang yang dianggap bersebrangan dengan pemerintah, proses hukum dilakukan dengan sangat cepat. Misalnya pada Alfian Tanjung. "Alfian, baru keluar penjara langsung ditahan lagi," kata dia.

    Baca juga: Polisi Telusuri Rekening Kelompok Saracen

    Dia mengingatkan agar tidak ada perlakuan diskriminatif dalam penegakan hukum. Sebab, dikhawatirkan jika rasa keadilan terus ditindas, maka keadilan akan mencari jalannya sendiri.

    Upaya kriminalisasi dengan mengaitkan pada saracen, kata Eggi Sudjana, terasa sejak dirinya membela Rizieq Shihab. "Jadi memang muncul seperti ada target. Karena bertepatan dengan membela Habib Rizieq, dulu-dulu enggak ada," kata dia.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.