Sabtu, 24 Februari 2018

Soal Suap Dirjen Perhubungan Laut, KPK Periksa Dua Saksi Hari Ini  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 12:48 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Soal Suap Dirjen Perhubungan Laut, KPK Periksa Dua Saksi Hari Ini  

    Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono mengenakan rompi tahanan berjalan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/8) dini hari. KPK resmi melakukan penahanan terhadap Antonius Tonny Budiono bersama penyuap Komisaris PT Adhi Guna Keruktama Adiputra Kurniawan atas kasus suap tender pemenangan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan dua saksi kasus suap perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tahun 2016-2017. "Diperiksa untuk tersangka APK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

    APK adalah Adiputra Kurniawan, Komisaris PT Adhiguna Keruktama, yang ditangkap pada 24 Agustus 2017. Dua saksi yang akan diperiksa itu adalah Asep Alfan, pegawai administrasi PT Adhiguna Keruktama, serta Wisnoe Wihandani, Kepala Subdirektorat Pengerukan dan Reklamasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

    Baca:
    Begini Modus Baru Suap Pejabat Kemenhub Tonny Budiono
    Sebelum Terkena OTT, Tonny Budiono Sempat Ikut...

    Selain Adiputra, tersangka lain adalah Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono yang ditangkap pada Rabu, 23 Agustus 2017.

    Adiputra diduga menyuap Tonny untuk keperluan proyek di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Dalam pemeriksaan pada 29 Agustus lalu, Tonny mengaku tidak mengenal Adiputra.

    Baca juga:
    Gerindra Sebut Surat untuk Setya Novanto Bukan...
    Fahri: Surat DPR kepada KPK tentang Setya Tidak Melanggar Etika

    Selain memeriksa sejumlah saksi, penyidik KPK telah menggeledah Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas pada 6 September 2017. Penyidik menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proyek pengerukan alur Pelabuhan Tanjung Emas.

    FAJAR PEBRIANTO



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.