Indra Piliang Terjerat Narkoba, Ini Kata Koleganya di Golkar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indra J Piliang. TEMPO/ Adri Irianto

    Indra J Piliang. TEMPO/ Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar diciduknya politikus Partai Golkar, Indra Jaya Piliang, oleh polisi karena kasus narkoba membuat kaget koleganya di partai. Meutya Hafid, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar, mengaku kaget dan prihatin atas tertangkapnya Indra.

    Meutya mengatakan Partai Golkar selalu mengingatkan para kader dan anggotanya supaya tidak menggunakan narkoba.

    "Saat pertama kali mendengarnya pagi ini, saya sangat kaget, syok, dan prihatin," ucap Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Kamis, 14 September 2017.

    Indra ditangkap tim dari Direktorat Reserse Narkotika Kepolisian Daerah Metro Jaya di Jakarta Barat. Ia ditangkap karena diduga mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Politikus Partai Golkar ini ditangkap pada Rabu malam kemarin bersama Romi Fernando dan M. Ismail Jamani.

    Baca juga: Indra J. Piliang Mengaku Belum Terima Surat Golkar

    Meutya menyayangkan hal ini karena, menurut dia, Indra merupakan sosok yang cukup kritis. Ia juga menilai Indra sebagai sosok muda yang sering menuliskan masukan-masukannya kepada pemerintah.

    Meutya berujar, sejauh ini, Partai Golkar belum menindaklanjuti kabar tertangkapnya salah satu kadernya tersebut. Selain itu, ucap Meutya, pihaknya tidak bisa melakukan pemecatan lantaran Indra saat ini bukan pengurus aktif partai beringin.

    "Golkar sangat tegas dalam melawan atau memerangi narkoba. Hanya memang Mas Indra sudah tidak aktif di kepengurusan," tutur Meutya.

    Meutya berharap kasus ini nantinya akan menjadi pelajaran berharga bagi Indra J. Piliang. "Mudah-mudahan kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi Mas Indra," ucap mantan presenter berita ini.

    DIAS PRASONGKO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.