Sabtu, 24 Februari 2018

Polri Rotasi 9 Perwira, Irwasum dan Kabaharkam Dimutasi

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 05:11 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polri Rotasi 9 Perwira, Irwasum dan Kabaharkam Dimutasi

    Komjen Pol Putut Eko Bayuseno. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian kembali merotasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah. Setidaknya ada sembilan perwira akan dimutasi berdasarkan surat telegram bernomor ST/2194/IX/2017 tertanggal 13 September 2017.

    "Betul ada rotasi tersebut,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Rabu, 13 September 2017.

    Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Kepolisian RI Komisaris Jenderal Dwi Priyatno akan meninggalkan jabatannya lantaran sudah memasuki usia pensiun. Posisi Priyatno akan digantikan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno.

    Adapun posisi Putut akan digantikan Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Komisaris Jenderal Moechgiyarto. Posisi Moechgiyarto akan ditempati Inspektur Jenderal Unggung Cahyono. Sebelumnya, Unggung menjabat sebagai Asisten Logistik (aslog) Kapolri.

    Staf Ahli Manajemen (Sahlijemen) Kapolri Brigadir Jenderal Asep Suhendar diangkat menjadi Asisten Logistik Kapolri. Sedangkan Kepala Kepolisian Bangka Belitung Brigadir Jenderal Anton Wahono diangkat untuk menggantikan posisi Asep sebagai Sahlijemen Kapolri.

    Brigadir Jenderal Syaiful Zachri diangkat menjadi Kepala Kepolisian Bangka Belitung. Komisaris Besar Joko Irwanto yang semula menjabat sebagai Inspektur Bidang Manajemen Operasional (Irbidjemenopsnal) diangkat menjadi Inspektorat Wilayah dan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwil Itwasum). Sedangkan Komisaris Besar Tavip Yulianto diangkat menjadi Irbidjemenopsnal Itwil II Itwasum Polri.

    LARISSA HUDA 

     


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.