Sabtu, 24 Februari 2018

Kapolri Tunjuk Putut Eko Bayu Jadi Irwasum  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 04:46 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Tunjuk Putut Eko Bayu Jadi Irwasum   

    Komjen Pol Putut Eko Bayuseno. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menunjuk Komisaris Jenderal Pol Putut Eko Bayuseno untuk menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Penunjukkan tersebut dilakukan karena Irwasum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno akan memasuki masa pensiun.

    Mutasi tersebut tercantum dalam Surat Telegram bernomor ST/2194/IX/2017 tertanggal 13 September 2017.

    Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul di Jakarta, Rabu malam membenarkan adanya mutasi tersebut." "Iya, TR-nya baru keluar," katanya.

    BACA: Jika Naik Pangkat, Putut Berpeluang Calon Kuat Kapolri

    Martinus mengatakan mutasi ini merupakan penyegaran bagi sebuah institusi Polri untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja institusi.

    "Mutasi itu merupakan sesuatu yang rutin dalam rangka tour of duty dan tour of area. Ada juga yang memasuki masa pensiunan (Irwasum Polri), sehingga perlu diganti," kata Martinus.

    Sementara jabatan yang ditinggal Putut, yakni Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) akan diisi oleh Komjen Pol Moechgiyarto yang sebelumnya menjabat Kalemdiklat Polri.

    BACA:Kompolnas Coret Budi Waseso dan Putut Bayuseno?

    Di telegram itu tertera bahwa Tito mengangkat Irjen Pol Unggung Cahyono yang merupakan Aslog Kapolri menjadi Kalemdiklat Polri. Posisi Kalemdiklat akan membuat Unggung mendapat promosi bintang tiga (komjen). Sementara Brigjen Pol Asep Suhendar yang sebelumnya menjabat Sahlijemen Kapolri akan mengisi jabatan yang ditinggalkan Unggung.

    Kemudian posisi Sahlijemen Kapolri akan ditempati Brigjen Pol Anton Wahono yang saat ini menjabat Kapolda Bangka Belitung.

    Dalam TR tersebut tercatat bahwa Kapolri juga mengangkat Brigjen Pol Syaiful Zachri menjadi Kapolda Babel, posisi yang ditinggalkan Anton Wahono.

    ANTARA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.