Minggu, 25 Februari 2018

Bukan Upaya Pelemahan, Pimpinan KPK Dukung RUU Penyadapan

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 13 September 2017 23:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bukan Upaya Pelemahan, Pimpinan KPK Dukung RUU Penyadapan

    Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan memperlihatkan uang bersama penyidik saat gelar barang barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kemenhub, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (24/8). Dalam OTT pada Rabu (23/08), KPK mengamankan uang pecahan Dolar Amerika, Dolar Singapura, Ringgit Malaysia, Poundsterling dan Rupiah senilai Rp 20,74 miliar terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan di Kementerian Perhubungan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan mengatakan Rancangan Undang-Undang Penyadapan yang akan digodok DPR bukan suatu upaya pelemahan KPK. Basaria mengatakan lembaganya pun menginginkan adanya Undang-undang tersebut.

    Baca juga: Revisi UU KPK, Sejumlah Indikasi Pelemahan KPK

    "Bukan justru melemahkan, memang ada putusan MK yang mengatakan bahwa untuk pengaturan itu harus ada Undang-undang," kata Basaria di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat, Jakarta, Rabu, 13 September 2017.

    Putusan MK tersebut, kata Basaria, menyarankan adanaya pengaturan kewenangan dan pertanggungjawaban penyadapan yang dilakukan oleh KPK. "Dulu yang mengaudit penyadapan KPK itu Kemkominfo. Menurut MK itu harus diatur UU tersendiri. Jadi bukan sifatnya melemahkan," kata Basaria.

    Baca juga: Revisi UU KPK, Operasi Tangkap Tangan Terancam Tidak Ada

    Rencana menggodok RUU Penyadapan dikemukakan DPR dalam rapat kerja Komisi Hukum DPR bersama KPK yang berlangsung , Selasa, 12 September 2017. DPR berniat membahas RUU tersebut sebab menilai banyak potensi penyelewengan dalam kewenangan penyadapan yang dilakukan KPK.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.