Minggu, 25 Februari 2018

Eks Juru Bicara HTI Sebut Penghina Ibu Negara Layak Dihukum

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 13 September 2017 17:03 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eks Juru Bicara HTI Sebut Penghina Ibu Negara Layak Dihukum

    Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mencicipi masakan pemenang juara 1 dan 2 dalam Lomba Masak Ikan Nusantara di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, 15 Agustus 2017. Babak final ini diikuti 10 finalis yang merupakan koki terbaik yang dapat mengolah ikan menjadi hidangan lezat serta bergizi hasil road show Festival Ikan dan Lomba Masak Ikan Nusantara di Batam, Gorontalo, Biak, Jakarta, dan Pontianak. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menilai Dodik Ikhwanto, tersangka penghina Ibu Negara Iriana Joko Widodo, layak mendapat hukuman. Menurut dia, Dodik telah melakukan penistaan dengan menyebut Iriana sebagai pelacur.

    “Artinya menuduh dia (Iriana) sudah berzina,” kata Ismail saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 13 September 2017. Perbuatan Dodik, kata dia, merupakan dosa besar di dalam agama Islam.

    Baca juga: Polisi Tangkap Penghina Ibu Negara Iriana Jokowi di Palembang

    Ismail Yusanto memastikan bahwa Dodik Ikhwanto bukan anggota HTI. "Bukan (anggota HTI). Kalau anggota HTI, kita pasti tidak akan begitu," ujarnya. Ia pun keberatan lembaganya ikut disebut, hanya karena Dodik menyimpan atribut HTI.

    Menurut dia, anggota HTI selalu diajari untuk mengkritik dengan cara yang benar. Kata dia, HTI akan mengkritik berdasarkan fakta, bukan menghina, apalagi memfitnah.

    Ismail menyebut, bendera hitam yang ditemukan polisi saat menangkap Dodik Ikhwanto bukanlah bendera resmi HTI, melainkan  bendera tauhid Ar-Royah.

    Baca juga: Kronologi Penangkapan Tersangka Penghina Ibu Negara Iriana Jokowi

    Bendera Ar-Royah, Isamil Yusanto menjelaskan, merupakan bendera tauhid yang digunakan oleh Nabi Muhamad SAW. Menurut dia, orang yang menyimpan bendera Ar-Royah tidak selalu berhubungan dengan HTI. “Banyak yang buat dan jual,” kata Ismail.

    Ismail menduga ada usaha untuk mengkaitkan pelaku penghina Iriana dengan HTI. Dia mempertanyakan kenapa hanya atribut milik HTI yang diumumkan oleh polisi kepada publik. “Coba liat ada enggak barang merek lain, semisal gantungan kunci kepolisian, itu kan framing,” kata Ismail.

    Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menangkap pemilik akun Instagram @warga_biasa, yang memuat konten penghinaan terhadap Iriana. Pemilik akun, Dodik Ihwanto, 21 tahun, di Palembang, Sumatera Selatan, pada Senin, 11 September 2017.

    Baca juga: Penghina Iriana Jokowi di Instagram Dijadikan Tersangka

    Dalam akun Instagram-nya, Dodik mengunggah foto Ibu Negara Iriana yang tengah menggunakan jilbab berwarna putih. Foto tersebut dibubuhi tulisan, "Ibu ini seperti p*****ur pakai jilbab hanya untuk menutupi aib bukan karena iman."

    Polisi menyita sejumlah atribut yang identik dengan atribut HTI, seperti bendera dan gantungan kunci, dalam penangkapan Dodik Ikhwanto. Sehari setelah penangkapan, juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan kepolisian telah menetapkan Dodik sebagai tersangka.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.