Sabtu, 24 Februari 2018

Tolak Upaya Pelemahan KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore  

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 13 September 2017 16:39 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tolak Upaya Pelemahan KPK, SBY: Saya Bukan Anak Kemarin Sore  

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tiba di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta, 13 September 2017. Hari ini SBY dijadwalkan bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam rangka "Diskusi Sistem Integritas Partai Politik". Tempo/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan menolak terhadap segala bentuk dan upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Presiden Indonesia ke-6 itu, rakyat sudah tahu saat ini sedang ada upaya melemahkan, membekukan, hingga membubarkan KPK.

    "Saya bukan anak kemarin sore dalam dunia politik, kehidupan bernegara, dan pemerintahan. Apa pun alasannya, dalihnya, kalau itu untuk melemahkan KPK, rakyat tahu, kita tahu," kata SBY dalam diskusi bertema “Sistem Integritas Partai Politik dengan KPK” di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Rabu, 13 September 2017.

    Baca: Presiden Jokowi: Saya Tak Akan Membiarkan KPK Diperlemah

    SBY mengatakan Partai Demokrat mendukung penuh kerja komisi antirasuah tersebut. Dia mengakui beberapa kader partainya juga terjerat perkara korupsi. Namun, kata SBY, dukungan Demokrat terhadap KPK tidak mengendur. "Jangan sampai kalau kadernya kena, lantas melakukan tindakan sebaliknya," ujarnya.

    SBY dan DPP Partai Demokrat bertemu dengan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan serta beberapa peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, hari ini. Pertemuan tersebut merupakan agenda tim Pencegahan KPK untuk membangun kolaborasi dengan partai politik dalam pencegahan korupsi.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI 



     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.