Ketika Ridwan Kamil Jadi Turis Dadakan di Kuningan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat bermain catur di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 2016. Dok.TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat bermain catur di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 2016. Dok.TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, KUNINGAN - Walikota Bandung, Ridwan Kamil, mendadak jadi turis melihat karnaval budaya hari Jadi Kuningan, Minggu 10 September 2017 siang. Mengenakan topi ‘laken’ coklat baju kotak-kota biru dan membawa kamera, dia berbaur dengan ribuan warga yang sedang menonton karnaval.

    “Senang sekali saya melihat warga Kuningan sangat ramah dan guyub (akur), selain itu saya bisa melihat langsung budaya khas Kuningan serta kulinernya,” Ujar Ridwan Kamil kepada Tempo. Sesekali terlihat Ridwan Kamil memotret para peserta karnaval. Dia juga sempat jajan ‘cilok’ khas kuningan, rujak buah dan makanan lainnya

    Penonton dan peserta karnaval yang menyadari kehadiran Ridwan Kamil langsung meminta foto bareng, sejumlah pegawai Inspektorat Pemerintah Kabupaten Kuningan, yang baru selesai karnaval berebut ‘foto bareng’ di samping Masjid Syiarul Islam Kota Kuningan.   “Senang bisa ketemu dan foto bareng kang Emil,” kata Wawan Alamsyah pegawai Inspetorat.

    Bahkan ada seorang ibu menyangka Walikota Bandung ini artis sinetron karena sering melihat di televisi. “Itu yang sering di televisi, artis sinetron yaa.. “ kata ibu Wati Hartati, “Eeh Bukan itu pak Ridwan Kamil wali kota Bandung,” ujarnya kepada teman-temannya.

    Selama 90 menit Kang Emil keliling Kota Kuningan yang sedang berlangsungnya acara karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kuningan ke 519 tahun. Usai menjadi turis dadakan Kang Emil menemui para pendukungnya Barisan Ridwan Kamil di aula Penginapan Vantana.

    DEFFAN PURNAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.