KTT OKI Bahas Nasib Rohingya dan Myanmar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (depan ketiga kiri) berfoto bersama para pemimpin dunia lainnya saat pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Astana, Kazakhstan, 10 September 2017. ANTARA/Setwapres-Syamsu Millah

    Wapres Jusuf Kalla (depan ketiga kiri) berfoto bersama para pemimpin dunia lainnya saat pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Astana, Kazakhstan, 10 September 2017. ANTARA/Setwapres-Syamsu Millah

    TEMPO.CO, ASTANA - - Sejumlah kepala negara dalam sambutannya pada Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja sama Islam (KTT OKI) tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di Astana, Kazakhstan juga turut menyinggung tentang krisis kemanusiaan  Rohingya
    di Myanmar.

    "Kita peduli pada Myanmar, kami juga akan membuka dialog untuk membahas masalah ini di forum PBB," kata Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev saat membuka KTT OKI tentang Iptek di gedung The Palace of Independence di Astana, Minggu 10 September 2017

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai ketua OKI dalam sambutannya juga menyatakan perlu didorong penyelesaian masalah di Myanmar secara bersama-sama antara pemerintah Myanmar dan Bangladesh.

    BACA: ICMI Desak ASEAN dan OKI Aktif Akhiri Derita Rohingya

    "Kita berharap otoritas Bangladesh bersedia mencari jalan keluar untuk menolong saudara-saudara Muslim kita di Myanmar. Organisasi internasional jugs harus melakukan langkah-langkah untuk membantu Muslim disana," ujar Erdogan.

    Sementara itu, pemerintah Indonesia akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh yang hingga saat ini jumlahnya terus bertambah.

    Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi sebelumnya juga sudah bertemu dengan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan pihak Bangladesh.

    BACA: Indonesia Bawa 3 Isu Soal Rakhine, Myanmar, ke OKI, Apa Saja?

    Dalam pembicaraan dengan pemerintah Bangladesh, ia menyampaikan bahwa dirinya diutus secara khusus oleh Presiden RI untuk membahas masalah pengungsi itu.

    Menurut dia, Bangladesh mengapresiasi dukungan Indonesia untuk penanganan masalah pengungsi.

    Menlu mengatakan, adanya hubungan bilateral yang baik antara Myanmar dan Bangladesh merupakan keharusan, karena tanpa itu maka isu terkait pengungsi pengelolaan perbatasan dan sebagainya tidak akan dapat dilakukan dengan baik.

    Wakil Presiden Jusuf Kalian sebelumnya juga menyatakan pemerintah Indonesia sudah sejak lama ikut membantu kemanusiaan etnis Rohingya terkait konflik di Rakhine, Myanmar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.