Pembakaran Sekolah, Gubernur Kalteng Terpukul Ulah Yansen Binti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran (batik biru, ketiga dari kiri) melihat lokasi kebakaran SDN 1 Menteng Palangka Raya, 30 Juli 2017. Tempo/Karana WW

    Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran (batik biru, ketiga dari kiri) melihat lokasi kebakaran SDN 1 Menteng Palangka Raya, 30 Juli 2017. Tempo/Karana WW

    TEMPO.CO, Palangka Raya-Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengaku  terpukul dengan ulah Yansen Binti, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Tengah yang diduga menjadi otak pembakaran  tujuh sekolah dasar di Palangka Raya pada akhir Juli 2017.

    Kekecewaan itu diungkapkan Sugianto Sabran saat acara siraturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat di Istana Iseng Mulang Rumah Jabatan, Ahad malam, 10 September 2017. "Kalau ada yang paling terluka, itu saya sendiri. Karena yang tersangkut masalah ini tim saya. Tapi saya harus sikapi hati- hati. Kalteng sudah aman jangan ada kisruh lagi," ujarnya.

    Baca: Yansen Binti Jadi Tersangka Pembakaran 7 Sekolah di Kalteng

    Untuk menyelesaikan kasus tersebut, Sugianto menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Sugianto juga meminta kepada Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah membantu Yansen Binti  dengan membentuk tim bantuan hukum. "Tidak perlu (pengacara) dari luar, cukup dari Kalteng. Kerena dia orang DAD maka sebaiknya dibantu dulu," katanya.

    Sugianto meminta siapa pun yang terlibat kasus pembakaran sekolah dihukum sesuai aturan yang berlaku karena menghambat dunia pendidikan. "Saya tidak kejam, tapi jangan sampai ada pembakaran-pembakaran lainnya setelahnya. Ini dunia pendidikan yang diteror dan menjadikan anak-anak trauma," ujar dia.

    Simak: Jika Terbukti Membakar Sekolah, Gerindra Akan Pecat Yansen Binti

    Sugianto menuturkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bakal membangun kembali sekolah yang terbakar itu dengan meminta bantuan dari perusahan-perusahaan yang berinvestasi di wilayah tersebut. "Nanti dibangun dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahan sudah disiapkan, tak perlu menunggu dana APBD," katanya.

    Pekan Senin, 4 September, polisi menetapkan Yansen Binti sebagai tersangka pembakaran tujuh sekolah dasar di Palangka Raya. Yansen disebut sebagai orang yang mendanai pelaku lapangan membakar sekolah-sekolah tersebut. Motifnya, kata polisi, Yansen ingin menarik perhatian Gubernur Sugianto Sabran agar mendapat proyek.  Setelah menyandang status tersangka Yansen langsung diterbangkan ke Mabes Polri, Jakarta.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.