Jokowi: Korupsi Kejahatan Luar Biasa, Harus Kita Berantas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat meresmikan Museum Keris Kota Surakarta, 9 Agustus 2017. Foto: Dinda Leo Listy

    Presiden Joko Widodo saat meresmikan Museum Keris Kota Surakarta, 9 Agustus 2017. Foto: Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Mojokerto – Presiden  Joko Widodo  akan pasang badan jika ada pihak-pihak yang ingin memperlemah institusi dan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini ditegaskan Jokowi saat meresmikan ruas tol Jombang-Mojokerto di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Ahad, 10 September 2017.

    “Saya tegaskan saya tidak akan membiarkan KPK diperlemah. Oleh sebab itu kita sama-sama menjaga KPK,” kata Jokowi saat ditanya wartawan.

    Baca: Presiden Jokowi: Saya Tak Akan Membiarkan KPK Diperlemah

    Pernyataan Jokowi itu menanggapi wacana pelemahan bahkan pembekuan KPK di tengah-tengah kerja Panitia Khusus KPK. Pansus KPK yang dibentuk DPR sedang mengkritisi sejumlah kekurangan manajemen organisasi dan proses penegakan hukum yang dilakukan KPK.

    Jokowi mengingatkan bahwa korupsi bukan kejahatan biasa. Karena itu dibutuhkan peran serta semua pihak termasuk masyarakat dalam memberantasnya. “Saya mengingatkan pada kita semua bahwa korupsi kejahatan luar biasa. Oleh sebab itu harus kita berantas dan lawan,” ujarnya.

    Simak: Usul KPK Dibekukan, Henry Yosodiningrat Bantah Ingin Lemahkan KPK

    Jokowi juga mengatakan sebagai bagian dari istitusi penegakan hukum, terutama pemberantasan korupsi di Indonesia, maka tidak boleh ada upaya pelemahan KPK. “KPK sebagai intsitusi yang sangat dipercaya masyarakat harus kita perkuat untuk mempercepat pemberantasan korupsi,” katanya.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.