Indonesia Inginkan Negara OKI Lebih Ramah Teknologi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla tertawa saat bersiap menerima kunjungan kehormatan dari Deputi Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus (kiri) di sela-sela  KTT LB Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, 7 Maret 2016. ANTARA FOTO/OIC-ES2016

    Wakil Presiden Jusuf Kalla tertawa saat bersiap menerima kunjungan kehormatan dari Deputi Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus (kiri) di sela-sela KTT LB Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, 7 Maret 2016. ANTARA FOTO/OIC-ES2016

    TEMPO.CO, Kazakhstan - Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan negara-negara Islam lebih mengimplementasikan lagi ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) agar tidak ketinggalan dengan negara lain.

    "Kita di OKI terlalu banyak konvensi, diskusi, seminar. Yang kami inginkan implementasi satu per satu," kata JK di Astana, Sabtu 9 September 2017.

    Dia mengatakan, sebenarnya teknologi di negara-negara Islam sudah cukup baik dan maju seperti di Kazakhstan, Turki, Iran dan Pakistan. Karena itu sebagai negara yang tergabung dalam  Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang besar penduduknya harus bisa mengimplementasikan Iptek.

    BACA: Hadiri KTT OKI, Ini yang Akan Disampaikan Wapres Jusuf

    Indonesia menjadi salah satu delegasi dalam KTT OKI tentang Ilmu pengetahuan dan teknologi yang digelar pertama kalinya di Astana, Kazakhstan.

    JK mengatakan, Indonesia dalam KTT yang dihelat pada 10-11 September 2017 itu akan menawarkan beberapa teknologi yaitu teknologi pangan dan pengelolaan air.

    "Sangat penting ke depan Indonesia memang harus menjadikan motor penggerak dalam riset bidang teknologi bidang pangan," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

    BACA: ICMI Desak ASEAN dan OKI Aktif Akhiri Derita Rohingya

    Dia mengatakan, selain itu juga dalam pembicaraan tingkat menteri, Indonesia membahas teknologi maritim.

    "Ini sangat penting karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar. Kita sudah melakukan pembicaraan tentang perkembangan maritim baik keanekaragaman hayatinya maupun connecting yang terkait dengan perkapalan," tambah Nasir.

    Pada KTT ini, delegasi Indonesia juga mengikutsertakan lima rektor serta satu dekan sehingga diharapkan dapat melihat langsung perkembangan-perkembangan Iptek di negara-negara Islam lain dalam internasional Expo 2017 tentang energi masa depan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.