Yusril Minta Eks HTI Tak Alergi Demokrasi dan Mau Ikut Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusril Ihza Mahendra usai menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan makar di media sosial di PN Jakarta Selatan, Jakarta, 15 Mei 2017. TEMPO/Bayu Putra

    Yusril Ihza Mahendra usai menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan makar di media sosial di PN Jakarta Selatan, Jakarta, 15 Mei 2017. TEMPO/Bayu Putra

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengingatkan kepada para eks aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) agar tidak alergi atau antipati lagi pada gerakan demokrasi di Indonesia seperti halnya pemilihan umum. "Faktanya setelah organisasi mereka (HTI) dibubarkan pemerintah, kan jadi tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Yusril saat meresmikan kantor baru Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang DI Yogyakarta Sabtu 9 September 2017.

    Yusril saat ini sedang menjadi kuasa hukum HTI untuk melawan keputusan pembubaran organisasi yang gerakannya dituduh pemerintah bertentangan dengan Pancasila itu. Yusril menilai, pembubaran HTI seharusnya dipandang para aktivisnya sebagai momentum mulai melek politik dengan menerima sistem demokrasi dan ikut pemilu.

    Baca juga: Sasar Pulau Jawa, Yusril Targetkan PBB Raih 8 Juta Suara di 2019

    "Sehingga ketika sekarang dirasa rezim menekan Islam dengan berbagai kebijakan, dituduh macam-macam, inilah saatnya (melek politik)," ujar Yusril. Yusril menuturkan, sebelum dibubarkan, HTI selalu menolak ketika diajak ikut berpartisipasi dalam pemilu.

    "Demokrasi itu (malah dianggap HTI) thoghut (berhala), kedaulatan rakyat dianggap syirik, hanya ada kedaulatan Tuhan, nah sekarang siapa yang membela (setelah dibubarkan)? Tinggal kita yang membela," ujar Yusril disambut tepuk tangan para kader PBB yang hadir dalam peresmian kantor baru partai itu.

    Baca juga: Eks HTI Diberi Kuota Jadi Calon Anggota DPR dari PBB

    Yusril pun berseloroh, saat pemerintah mengumumkan pembubaran HTI, ada kabar HTI akan dibela seratus pengacara. "Pas di pengadilan ternyata yang 99 pengacara itu engga ada yang datang," ujar Yusril terkekeh.

    Yusril sendiri menuturkan, menyongsong Pemilu 2019, ia menginstruksikan seluruh pengurus partainya merangkul berbagai elemen untuk bergabung memperkuat PBB. Salah satu pihak yang perlu dirangkul untuk memperkuat PBB tak lain para mantan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). "Kami sudah ada komitmen dengan HTI untuk saling bantu membantu," ujar Yusril.

    Baca juga: HTI Resmi Gugat Perpu Ormas, Yusril Ihza Sebut Pasal Multitafsir

    Yusril Ihza Mahendra menuturkan, untuk menarik minat agar eks HTI mau bergabung dengan PBB dalam pemilu 2019, pengurus partai di daerah diminta memberikan alokasi jatah kursi pada para eks HTI untuk jaminan bisa maju sebagai calon legislator di daerah masing-masing.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.