Jadi Wali Kota Pekalongan, Alex Bermimpi untuk Mewujudkan Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid (kanan) dan Saelany Mahfudz (tengah) naik mobil jeep terbuka saat mendaftarkan diri ke KPU Kota Pekalongan, Jawa Tengah, 28 Juli 2015. ANTARA/Pradita Utama

    Pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid (kanan) dan Saelany Mahfudz (tengah) naik mobil jeep terbuka saat mendaftarkan diri ke KPU Kota Pekalongan, Jawa Tengah, 28 Juli 2015. ANTARA/Pradita Utama

    TEMPO.CO, Pekalongan - Almarhum Achmad Alf Arslan Djunaid, Wali Kota Pekalongan, punya mimpi besar untuk kota kelahirannya. Saat wawancara eksklusif dengan Tempo pada 11 Maret 2016, Alex, panggilan Alf Arslan Djunaid, membeberkan visi dan misinya.

    "Visi saya adalah terwujudnya Kota Pekalongan yang lebih sejahtera, lebih mandiri, berbudaya berdasarkan nilai-nilai religi," kata Alex.

    Baca juga: Ribuan Orang Antarkan Jenazah Wali Kota Pekalongan ke Permakaman

    Menurut dia, masyarakat Kota Pekalongan dikenal memegang teguh prinsip religius. Sehingga tercapainya masyarakat yang sejahtera saja tidak cukup, harus berdasarkan nilai-nilai agama.

    "Di Pekalongan religi ini menjadi hal yang sangat penting. Ini juga sebagai bentuk kerukunan umat beragama," ujar dia.

    Untuk mewujudkan itu semua, dia pun mencanangkan misi memajukan di bidang pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, lingkungan, dan pengembangan teknologi informasi.

    "Program 100 hari pertama, kami mengkondisikan semua SKPD (satuan kerja perangkat daerah), dari kepala dinas hingga staf-stafnya agar satu visi dan misi," kata Alex.

    Selanjutnya, kata Alex, semua program dilakukan secara bertahap. Misalnya untuk mewujudkan program di bidang pendidikan dia mengatakan butuh waktu tiga tahun. Bidang kesehatan empat tahun. Bidang sarana dan prasarana, dua tahun.

    "Ini sama seperti yang dilakukan bupati/wali kota yang berprestasi, kita mengadopsi mereka. Wali Kota Bandung, Wali Kota Surabaya, dia tidak tiba-tiba, tapi ada proses yang mereka lewati. Jadi tantangannya adalah edukasi kepada warga. Warga mintanya cepet. Ujug-ujug. Kita kan tidak bisa seperti itu. Makanya yang penting kita sesuai dengan SOP atau anggaran," kata dia.

    Dia optimistis programnya bisa terwujud. Sebab, program tersebut adalah buah dari pengalamannya sebagai wakil wali kota periode sebelumnya. "Saya turun semuanya, ke pelosok-pelosok. Karena di Kota Pekalongan ini 85 persen warganya hidup kampung-kampung. Saya sentuh itu," katanya.

    Dari hasil turun ke lapangan itu, Wali Kota Pekalongan ini menggandeng akademikus untuk membuat konsep yang diejawantahkan dalam visi dan misi. "Jadi visi ini tidak ngawur, sesuai dengan realitas. Jadi visi saya itu berdasarkan pengalaman pribadi. Harus melibatkan masyarakat. kita membangun sumber daya manusia, kita bukan membangun perusahaan. Kalau kota membangun semuanya. Sumber daya manusia, infrastrukturnya, IT, budaya," ujarnya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.