Kasus First Travel, Sebanyak 20.000 Koper Jemaah Dipindahkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon jemaah umroh First Travel dipusingkan oleh pencarian paspor. MARIA FRANSISCA

    Calon jemaah umroh First Travel dipusingkan oleh pencarian paspor. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Depok - Sebanyak 20 ribu koper di dua gudang yang disewa First Travel di kawasan pergudangan Malatek, Cimanngis Depok dipindahkan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri. Keselurahan koper merupakan milik calon jemaah umrah yang meminta pengembalian uang kepada First Travel.

    Kepala Tim Penelusuran Aset Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Komisaris Wiranto mengatakan bahwa pemindahan ini dilakukan karena masa sewa dua gudang oleh First Travel telah habis. Koper-koper ini akan dipindahkan ke Kantor First Travel di Jalan Radar Auri Kota Depok.

    Baca : Kasus First Travel Pengaruhi Bisnis Umroh Perjalanan Umrah

    "Proses pemindahan mulai dari pukul 13.00," kata Wiranto saat ditemui Tempo di Kantor First Travel, Jalan Radar Auri, Depok, Jumat, 8 September 2017.

    Berdasarkan pemantauan Tempo, dua buah truk dikerahkan untuk mengangkut keseluruhan koper. Sebagian koper berisi mukenah, sabuk, dan baku paduan manasik. Ada juga koper yang kosong. Selain di dalam gudang, tumpukan juga terlihat di tempat parkir kawasan pergudangan.

    Menurut Wiranto, sampai sore setiap truk sudah mengangkut koper sebanyak tiga kali. Kantor First Travel ini tidak akan bisa menampung keselurahan koper. "Kami masih mau mencari lokasi penampungan lain kalau disini sudah tidak cukup lagi," katanya.

    Simak : Selain First Travel, Ada Biro Umrah Telantarkan Jemaah

    Wiranto mengatakan bahwa setelah proses pindahan selesai, gudang itu akan disterilkan. "Kami akan pasangi police line," ujarnya.

    Kepala Keamanan Kawasan Pergudangan Malatek, Aan Supriatna mengatakan, "First Travel milik Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman awalnya menyewa satu gudang di sini. Gudang yang disewa itu berukuran 300 meter persegi pada tahun 2014."

    "Nambah lagi pas tahun 2015 yang ukuran 200 meter persegi, mungkin sudah overload ya," katanya.

    Menurut Aan, sewa gudang sudah berakhir sejak awal Agustus. Saat itu kasus lagi mencuat maka dikasih toleransi dulu cari tempat baru. "Sekarang ya sudah minta untuk dikosongin," ujarnya.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.