Tahir Foundation Siap Bantu BLK Khusus Calon TKI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tahir Foundation Siap Bantu BLK Khusus Calon TKI

    Tahir Foundation Siap Bantu BLK Khusus Calon TKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Chairman Grup Mayapada Dato’ Sri Tahir berkomitmen membantu pemerintah untuk meningkatkan kompetensi pekerja migran Indonesia. Komitmen itu disampaikannya kepada Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat memberikan santunan kepada 12 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis malam, 7 September 

    “Kita susah mengaku sebagai negara besar jika masih mengirim TKI sebagai pembantu rumah tangga,” kata Tahir.

    Namun, dia tetap meminta agar saat bekerja di luar negeri, para TKI tetap menjadi pekerja yang profesional.Untuk itu, kata Tahir, pemerintah harus meningkatkan skill calon TKI. “Memang tidak mudah, namun bisa dimulai dengan (membuka)  beberapa jurusan dulu di Balai Latihan Kerja (BLK) khusus untuk calon TKI. Saya siap membantu pemerintah,” ucapnya.

    Tahir yang juga dikenal seorang filantropis ini sedikit menjelaskan rencana dukungannya itu. Menurutnya, pemerintah menentukan beberapa  BLK yang sudah ada untuk membuka pelatihan khusus bagi TKI. Melalui Tahir Foundation, dia mengatakan akan menyediakan tenaga pengajar, sarana pelatihan, dan pendanaannya. “Cara ini diharapkan mampu membantu menyediakan calon TKI yang memiliku keahlian,” katanya.

    Mendengar tawaran itu, Menaker Hanif menyambut baik. Pihaknya akan segera mempersiapkan BLK mana yang segera bisa menjalankan program tersebut. “Khususnya BLK yang dekat dengan daerah kantong TKI,” ujarnya.

    Menaker berpesan, apa pun jurusan keahlian yang akan dibuka, harus menyertakan dua hal penting, yaitu pelatihan bahasa asing khususnya bahasa Inggris dan pelatihan soft skill. “Kedua hal itulah yang menjadi kelemahan sebagian TKI dibanding pekerja migran dari negara lain. Tapi kalau soal ketekunan kerja dan loyalitas, TKI tak perlu diragukan,” ucapnya.

    Dia menjelaskan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan peningkatan penempatan TKI profesional dan  bukan pekerja sektor domestik. Penempatan TKI sektor rumah tangga di 19 negara Timur Tengah misalnya, sudah diberhentikan sejak beberapa tahun lalu. “Jadi, yang dijual bukan orangnya, tapi kompetensi pekerjaannya,” kata Menteri Hanif.

    Kehadiran Tahir ke kantor Kemnaker adalah dalam rangka menyerahkan bantuan US$ 111.000 bagi 12 TKI yang bekerja di Yordania, namun gajinya tidak dibayarkan oleh majikan. Mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.