Dandhy Dwi Laksono Jumpa Pers Soal Laporan Repdem PDIP Siang Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dandhy Dwi Laksono. instagram.com

    Dandhy Dwi Laksono. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dandhy Dwi Laksono masih belum bersedia menanggapi permintaan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Masinton Pasaribu, agar dia meminta maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dandhy akan memberi keterangan pers Jumat siang ini, 8 September 2017.

    "Saya belum bisa memberikan tanggapan sekarang. Nanti siang akan saya jelaskan di jumpa pers di LBH Jakarta pukul setengah 2," ucap Dandhy saat dihubungi Tempo, Jumat.

    Baca juga: Tulis tentang Suu Kyi dan Megawati, Dandhy Dilaporkan ke polisi

    Dandhy dilaporkan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jawa Timur ke Kepolisian Daerah Jawa Timur akibat status yang diunggahnya di Facebook. Repdem Jawa Timur menganggap status Dandhy menghina Megawati.

    Masinton, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Nasional Repdem, meminta Dandhy meminta maaf dan memberikan klarifikasi sebagai bentuk pertanggungjawaban karena membandingkan Megawati dengan Aung San Suu Kyi.

    Dalam unggahan tersebut, Dandhy menyebut Megawati kembali berkuasa karena kemenangan PDIP atas terpilihnya Jokowi sebagai presiden. Dandhy juga mengatakan Megawati dinilai harus bertanggung jawab atas penangkapan warga di Papua yang berjumlah ribuan orang. Hal itu dikaitkan Dandhy dengan Aung San Suu Kyi yang dinilai bertanggung jawab atas kejadian Rohingya.

    Akibat pelaporan tersebut, beranda laman Facebook Dandhy justru dipenuhi dukungan. Dalam statusnya yang berjudul "Solidaritas Itu", Dandhy sedang menyusun respons terkait dengan hal ini. "Karena itu, sekali lagi, respons dan pernyataan yang lebih terukur sedang disusun kawan-kawan yang mendampingi kasus ini," kata Dandhy Dwi Laksono dalam statusnya.

    KARTIKA ANGGRAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.