Masinton Ingin Dandhy Minta Maaf ke Megawati dan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II Masinton Pasaribu menyampaikan pertanyaan dalam Rapat Kerja Pansus Pelindo II dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II Masinton Pasaribu menyampaikan pertanyaan dalam Rapat Kerja Pansus Pelindo II dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 29 Oktober 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Masinton Pasaribu meminta seorang aktivis dan mantan jurnalis Dandhy Dwi Laksono untuk meminta maaf dan mengklarifikasi perkataannya dalam status facebooknya. Permintaan ini disampaikan Masinton lantaran status facebook Dandhy itu dituding berisi ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Megawati Soekarno Putri serta Presiden Jokowi.

    "Pelaporan terhadap Dandhy adalah inisiatif dari Ketua Repdem Jawa Timur. Sebagai reaksi atas tulisan Dandhy yg mempersamakan Ibu Megawati dengan Aung San Suu Kyi," kata Masinton melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis 7 September 2017.

    BACA: PDIP: Pelaporan Dandhy untuk Melindungi Nama Baik

    Dalam statusnya pada 3 September 2017, Dandhy menulis artikel yang berjudul Suu Kyi dan Megawati. Ia menulis "Tepat setelah Megawati kembali berkuasa dan lewat kemenangan PDIP dan terpilihnya Presiden Jokowi yang disebutnya sebagai "petugas partai" (sebagaimana Aung San menegaskan kekuasaannya), jumlah penangkapan warga di Papua tembus 1.083". Menurut Repdem perkataan ini dianggap melecehkan dan berisi penghinaan.

    Pelaporan kepada Polisi atas status Dandhy itu menurut Masinton karena ingin membela kehormatan dan martabat institusi partai, Megawati sebagai Ketua Umum dan juga Pak Jokowi sebagai Presiden. Meskipun demikian, Masinton mengatakan bahwa Repdem akan memaafkan Dandhy jika ia mau membuat klarifikasi dan meminta permohonan maaf pada Megawati.

    BACA: Tulis tentang Suu Kyi dan Megawati, Dandhy Dilaporkan ke polisi

    "Repdem selalu membukakan pintu maaf dan dialog terhadap siapapun termasuk dengan saudara Dandhy Laksono," kata Masinton Pasaribu

    Meski dipolisikan dan dianggap menebarkan kebencian, beranda laman facebook Dandhy Dwi Laksono justru dipenuhi oleh dukungan terhadap dirinya. Dalam statusnya yang berjudul "Solidaritas Itu" Dandhy sedang menyusun respon terkait hal ini.

    "Karena itu, sekali lagi, respon dan pernyataan yang lebih terukur sedang disusun oleh kawan-kawan yang mendampingi kasus ini," ucap Dandhy dalam statusnya.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.