Di Kamisan 505, Rio Dewanto dan Filosofi Kopi Mengenang Munir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta -  Aktor Rio Dewanto terlihat menghadiri acara Kamisan ke-505 untuk menuntut penyelesaian kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang hari ini memperingati 13 tahun Kematian Munir.. Rio Dewanto bahkan memberikan testimoni soal kematian Munir dan kampanye penanganan HAM di Sumatera Utara.

    "Saya pernah mengalami sekali kasus hak asasi petani di Langkat di Sumatra Utara ada konflik agraria terjadi di sana," kata Rio di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis 7 September 2017.

    BACA: Peserta Aksi Kamisan 505 Tagih Janji Jokowi - Tempo.co

    Menurut Rio Dewanto, hingga detik ini, para petani masih belum memiliki tempat tinggal lantaran konflik agraria tersebut dan tanah mereka diambil sebuah perusahaan. "Tidak ada dukungan pemerintah dan masih ada pelanggaran HAM terjadi di luar sana," kata dia.

    ADVERTISEMENT

    Perjuangan   dan masyarakat itulah yang menginspirasinya untuk terlibat dalam perjuangan HAM. "Semangat dan spirit teman-teman mudah-mudahan bisa menyebar dan mendukung saudara-saudara kita di luar sana," kata Rio Dewanto.

    BACA:  Beberapa Keanehan Pembunuhan Munir

    Peringatan Kamisan 505 dan mengenang 13 tahun kematian Munir dihadiri ratusan orang aktivis dan simpatisan Hak Asasi Manusia yang memenuhi Taman Aspirasi. Cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma, "Aku Pembunuh Munir", pun dibacakan Bentara Bumi di hadapan peserta Kamisan. Rio pun hadir bersama mobil kombi Filosofi Kopi miliknya.

    Rio Dewanto mengingatkan janji Presiden untuk menuntaskan kasus-kasus HAM, termasuk kasusKematian Munir. "Yang saya tahu, Presiden Jokowi janji menuntaskan kasus tersebut tapi belum terjadi sampai detik ini bahkan kasus HAM bertambah terus," ujarnya.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.