Hadiri KTT OKI, Ini yang Akan Disampaikan Wapres Jusuf Kalla

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan soal keterbatasan lahan untuk peningkatan produksi garam di Indonesia. TEMPO/Istman

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan soal keterbatasan lahan untuk peningkatan produksi garam di Indonesia. TEMPO/Istman

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Astana, Kazakhstan, Jumat, 8 September 2017. Konferensi yang digelar pada 10-11 September 2017 itu akan mengangkat tema tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

    Pada kesempatan itu, Kalla akan menyampaikan pidato tentang usulan program unggulan dan beasiswa kepada negara anggota OKI. Wapres juga akan membawa misi pentingnya kerja sama antar “Center of Excellence” pada Working Session I: Emerging Relations between Science and Society in the 21st Century.

    Baca : Datang ke KTT OKI, Ini Agenda Wapres Jusuf Kalla

    Pria yang akrab disapa JK itu menyatakan KTT OKI di bidang Iptek merupakan momentum yang baik untuk memajukan negara-negara Islam. Bila melihat ilmuwan Muslim saat ini, menurut Kalla, masih terbilang sedikit yang sukses meraih penghargaan nobel. “Menjadi upaya bersama untuk memajukan dunia Islam,” kata dia dalam siaran pers yang diterima Tempo, Kamis, 7 September 2017.

    Sebelum konferensi dimulai, terlebih dulu akan diselenggarakan Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi dan Pertemuan Tingkat Menteri (PTM). Di KTT OKI itu Wapres Kalla merupakan satu-satunya delegasi setingkat wakil presiden yang hadir di antara 20 kepala negara (pemerintahan) yang hadir.

    Baca : Jusuf Kalla Minta Umat Islam Mau Berinovasi

    Pada ujung dari pertemuan negara-negara OKI ini, seluruh delegasi akan diajak untuk menyaksikan penutupan Expo 2017 bertajuk “Future Energy”. Di kesempatan itu, Menteri Riset dan Teknologi Kazakshtan akan memimpin konferensi hingga dikeluarkannya dua dokumen akhir yaitu “Deklarasi Astana” dan “OIC Science Technology and Innovation (STI) Agenda 2026”.

    Dalam rangkaian agenda itu, Wapres Jusuf Kalla akan didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.