Yorrys Raweai Dorong Langkah Penyelamatan Partai Golkar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai saat tiba di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 10 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Politikus Partai Golkar, Yorrys Raweyai saat tiba di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 10 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Langkah penyelamatan Partai Golkar mulai digulirkan pascapenetapan Ketua Umum Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik.

    Menurut Ketua  Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai persoalan yang membelit Setya Novanto menyebabkan demoralisasi dan tingkat elektabilitas partai menurun.

    "Ini perlu dipikirkan, bagaimana proses penyelamatan itu?" ujar Yorrys ketika dijumpai di sela acara Pendidikan dan Pelatihan Komunikator Politik Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 7 September 2017.

    Baca juga: Doli Kurnia Dipecat, Agung Laksono Minta Golkar Tetap Kompak

    Yorrys menganalogikan, partainya saat ini ibarat rumah rusak yang perlu diperbaiki. Adapun langkah perbaikan yang ia maksud yaitu dengan mengganti Setya Novanto yang saat ini menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP.

    Sebelumnya, hasil rapat pleno DPP Golkar menyebutkan bahwa tidak akan ada musyawarah nasional luar biasa untuk membicarakan penggantian Novanto dari jabatan ketua umum.

    "Ini kasuistis, implikasinya pada penurunan elektabilitas partai. Kenapa kita mesti takut? Kita mau menyelamatkan partai atau mempertahankan orang, gitu aja," kata dia.

    Ketika diminta konfirmasi sinyal rencana munaslub Partai Golkar dan kapan waktunya, Yorrys menjawab singkat. "Kita lihat saja. Coming soon."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.