Siswa di Purwakarta Mulai Program Kemis Poe Welas Asih

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa di SMPN 5 Purwakarta menjadi percontohan Program Kemis Poe Welas Asih yang mulai dilakukan Kamis, 7 September 2017.

    Para siswa di SMPN 5 Purwakarta menjadi percontohan Program Kemis Poe Welas Asih yang mulai dilakukan Kamis, 7 September 2017.

    INFO PURWAKARTA - Para siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Purwakarta, Jawa Barat, mulai merealisasikan Program Kemis Poe Welas Asih (Kamis Hari Kasih Sayang) yang digagas Bupati Dedi Mulyadi. Para siswa SMPN 5 Purwakarta yang menjadi percontohan program itu, sejak Kamis pagi, 7 September 2017,  telah mengantri di halaman sekolah sambil membawa segelas beras yang akan disumbangkan kepada para siswa yang kurang mampu di kelasnya masing-masing.

    Beras tersebut kemudian ditampung ke dalam karung ukuran kecil. "Sudah siap disalurkan," kata Rangga, seorang siswa kelas IX . Ia menyalurkan sedekah beras itu dengan ikhlas. "Berbagi dengan kawan yang kurang beruntung itu kan wajib hukumnya," katanya.

    Saifullah, salah seorang siswa kelas IX dari keluarga yatim dan kurang mampu, mengaku senang saat menerima bantuan beras kasih sayang dari kawan-kawannya tersebut. "Alhamdulillah," kata anak yang sehari-harinya bekerja mengembalakan tiga kambing tetangganya itu.

    Pada saat bersamaan, Saifullah juga mendapatkan bantuan langsung tiga ekor kambing betina dari Bupati Dedi yang menyaksikan langsung kegiatan Kemis Poe Welas Asih itu. "Seneng banget dapat bantuan banyak hari ini. Jadi lebih semangat untuk belajar," tutur Saifullah dengan nada sendu.

    Selain memberikan bantuan kepada para siswa dhuafa, para siswa SMPN 5 Purwakarta juga memberikan bantuan beras kepada para warga dhuafa di sekitar sekolah. "Kebetulan masih ada beras sisa," ucap Rangga.

    Nenek Karsih, salah seorang warga yang menerima bantuan beras mengaku terharu. "Ternyata anak-anak sekolah di sini pada baik ya," ujarnya sambil mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yang menjumpainya.

    Kang Dedi, sapaan akrab Bupati, mengatakan Program Kemis Poe Welas Asih yang dibesutnya itu mampu menggugah sikap empati dan simpati anak-anak. "Ini lah wujud dari pendidikan karakter dan pengamalan Sila Kedua Pancasila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,"  katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.