100 Truk Bantuan dari Indonesia Akan Dikirim untuk Rohingya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menutup pintu kontainer yang berisi bantuan kemanusiaan yang akan dikirim untuk pengungsi Rohingya dan Rakhine di Dermaga III Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 29 Desember 2016. ANTARA FOTO

    Petugas menutup pintu kontainer yang berisi bantuan kemanusiaan yang akan dikirim untuk pengungsi Rohingya dan Rakhine di Dermaga III Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, 29 Desember 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam 100 truk pada etnis Rohingya. Bantuan tersebut berisi sembako bagi korban krisis Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

    "Kami akan mengirim bantuan 100 truk sembako untuk para pengungsi," kata Direktur Pemasaran Digital Terintegrasi ACT, Hafit Timor Mas'ud, di kantornya di Menara 165 Office Tower, Kamis, 7 September 2017. ACT adalah lembaga kemanusiaan yang melakukan misi kemanusiaan di kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh maupun Myanmar. Ada sekitar 30 relawan ACT yang bekerja di kamp pengungsian Kanzarpara, Bangladesh, dan 2 relawan di Rakhine State, Myanmar.

    Baca : Menlu Retno : Pengungsi Rohingya Butuh Tenda

    Menurut Hafit, bantuan tersebut antara lain berisi makanan, pakaian, maupun obat-obatan seberat 4.100 ton. Nantinya bantuan tersebut akan dikirim ke kamp pengungsian di Kanzarpara, Bangladesh.

    Hafit mengatakan bantuan tersebut sudah siap dikirim, namun masih menunggu proses perizinan otoritas Bangladesh. "Diperkirakan proses perizinan baru rampung dalam dua pekan ke depan," kata dia. Setelah itu, proses pengiriman lewat kapal laut itu juga diperkirakan memakan waktu dua pekan.

    Baca : Ini Ajakan Aksi Solidaritas untuk Rohingya MUI Tangerang Selatan

    Di Bangladesh, jumlah pengungsi Rohingya mencapai sekitar 123 ribu orang. Mereka meninggalkan kampung halaman di Rakhine State, Myanmar, demi menyelamatkan diri dari kekerasan yang dilakukan otoritas militer Myanmar.

    Hafit mengatakan kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan. Mereka datang ke pengungsian dengan kondisi lemah, pakaian compang-camping, dan kekurangan makan. Tak ada bekal yang mereka bawa, karena harta benda dan rumah-rumah mereka habis dibakar. "Mereka melintasi hutan-hutan, sungai. Kalau hujan, kehujanan, kalau panas kepanasan," kata dia.

    Selain itu, dari laporan relawan ACT di Kamp Kanzarpara, setiap hari ada sekurangnya 10 pengungsi meninggal, terutama anak-anak, perempuan, dan lansia. Ini disebabkan kondisi buruk yang dialami pengungsi. Mereka banyak yang sakit, kekurangan gizi, maupun tidak ada susu untuk balita. Karena itu, Hafit mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan pada etnis Rohingya untuk bertahan hidup.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.