Teten: Arahan Jokowi Soal Larangan Menteri Kampanye Baru Lisan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan RI Teten Masduki. TEMPO/Maria Fransisca

    Kepala Staf Kepresidenan RI Teten Masduki. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar para menteri tak berkampanye dalam pemilihan presiden 2019 baru sebatas lisan. Sejauh yang dia tahu, belum ada rencana mengeluarkan arahan dalam bentuk surat edaran.

    "Saya belum tahu soal itu. Namun intinya para menteri diminta fokus, serius, dan kerja menyelesaikan program yang sudah menjadi prioritas. Itu saja," ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis, 7 September 2017.

    Pada Senin lalu, di hadapan para relawan organisasi kemasyarakatan Pro Jokowi (Projo), Presiden mengatakan para menteri tidak akan dia biarkan ikut kampanye. Sebab, menurut Jokowi, kampanye bukanlah tugas menteri, tapi Projo.

    Baca juga: Jokowi Larang Menteri Berkampanye Politik, PDIP Siap Mematuhi

    Beberapa hari sebelumnya, Presiden pun sudah meminta para menterinya tidak lagi membuat kebijakan yang meresahkan rakyat pada tahun politik. Harapannya, kebijakan-kebijakan yang ada bisa segera dilaksanakan karena tak menimbulkan reaksi keras.

    Teten melanjutkan, Jokowi masih serius dengan imbauan tersebut. Arahan Jokowi, kata Teten, juga untuk memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 bisa terserap atau digunakan dengan baik oleh semua kementerian.

    "Beliau ingin APBN 2018 jangan sampai berujung ke skenario APBN Perubahan 2018. Sebenarnya begitu. Saya rasa clear dari situ bahwa Pak Presiden Joko Widodo tidak ingin mengurus politik (kampanye)," ucapnya.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.